Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cara Menjaga Ginjal Anak agar Tak Berujung Cuci Darah, Ini 3 Tips dari Dokter

Niko Prayoga , Jurnalis-Rabu, 21 Oktober 2026 |23:05 WIB
Cara Menjaga Ginjal Anak agar Tak Berujung Cuci Darah, Ini 3 Tips dari Dokter
Anak sakit. (Foto: Freepik)
A
A
A

PENYAKIT ginjal pada anak seringkali menjadi satu momok bagi orangtua. Apalagi, jika penyakit tersebut sudah masuk ke tahap cuci darah yang membuat anak harus bolak-balik ke rumah sakit.

Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orangtua agar anak tidak sampai pada tahap cuci darah. Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi, dalam unggahan video di akun Instagramnya mengungkapkan bahwa penyakit ginjal kronik pada anak memiliki lima tahapan. Jika sudah memasuki tahap lima, biasanya memerlukan terapi pengganti ginjal berupa cuci darah.

Anak sakit. (Foto: Istimewa/Okezone)

“Halo Moms dan Dads semuanya, penyakit ginjal kronik pada anak itu ada 5 tahapnya. Nah, pada tahap 5, itu sebagian besar anak memerlukan terapi pengganti ginjal, baik cuci darah dengan mesin ataupun HD, cuci darah dengan perut CAPD, ataupun transplantasi ginjal,” kata dr. Reza.

Maka dari itu, dr. Reza mengungkapkan tiga cara yang bisa dilakukan oleh orang tua agar anak tidak mengalami cuci darah. Apa saja itu?

1. Kontrol Penyakit Dasar Ginjal

Pertama adalah melakukan kontrol penyakit dasar ginjal pada anak secara baik. dr. Reza menjelaskan bahwa penyakit ginjal kronik merupakan bagian akhir dari banyaknya penyakit ginjal pada anak. Sehingga pemeriksaan dan kontrol harus dilakukan dengan baik dan berkala.

“Yang pertama adalah kontrol penyakit dasar ginjalnya dengan baik. Jadi, penyakit ginjal kronik ini merupakan bagian akhir dari berbagai jenis penyakit ginjal yang dapat terjadi pada anak,” ujar dr. Reza.

“Entah itu sindrom nefrotik, entah itu sindrom nefritik, entah itu gangguan elektrolit di tubulus, entah itu karena kista ginjal, entah itu karena penyakit ginjal bawaan, dan itu semuanya harus dikontrol dengan baik, ditangani dengan baik tentunya sesuai dengan dokter ginjalnya,” lanjutnya.

Selain itu, jika memang ada obat yang disarankan dikonsumsi oleh dokter sebaiknya diikuti sesuai dengan prosedur medis yang dianjurkan. Hal ini perlu dilakukan guna menjaga fungsi ginjal dan membuat anak bertahan dengan baik.

2. Kontrol Tekanan Darah

Kemudian, cara kedua adalah dengan melakukan kontrol tekanan darah pada anak. Menurut dr. Reza, cara ini cukup penting mengingat tekanan darah pada anak seringkali terus meninggi dalam jangka panjang.

Hal tersebut akan membuat kinerja ginjal lebih cepat turun hingga akhirnya harus melakukan terapi ginjal.

“Yang kedua adalah kontrol tekanan darah. Ini juga penting karena anak-anak yang tekanan darahnya itu terus-menerus tinggi dalam jangka panjang, maka fungsi ginjalnya juga akan lebih cepat turun dan akhirnya membutuhkan terapi pengganti ginjal,” tutur dr. Reza.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement