JAKARTA - Bagi banyak orang, anjing atau kucing bukan sekadar hewan peliharaan, tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga. Tidak heran jika sebagian pemilik memilih tidur satu kasur dengan hewan kesayangannya.
Namun, kebiasaan ini ternyata punya kelebihan dan kekurangan. Melansir Cleveland Clinic, tidur bersama hewan peliharaan tidak selalu menjadi pilihan terbaik, terutama jika keberadaannya mengganggu kualitas tidur.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kamu terbiasa membiarkan anjing atau kucing tidur di tempat tidur.
Hewan peliharaan bisa bergerak, mengganti posisi, menggonggong, mengeong, atau bahkan meminta keluar rumah pada malam hari. Hal ini tentu saja membuat pemilik terbangun berulang kali dan akhirnya kehilangan waktu tidur yang cukup.
Jika kurang tidur terjadi terus-menerus, kondisi ini bisa meningkatkan risiko sejumlah masalah kesehatan, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, demensia, depresi, dan obesitas.
Tidur berdekatan dengan hewan peliharaan juga membuat seseorang terpapar pemicu alergi selama berjam-jam. Salah satunya adalah ketombe atau serpihan kulit hewan (pet dander). Bagi orang yang memiliki alergi atau asma, paparan tersebut dapat memperburuk gejala dan mengganggu pernapasan.
Anjing dan kucing bisa membawa parasit seperti kutu dan caplak. Jika hewan tersebut tidur di tempat tidur, parasit juga berpotensi berpindah ke manusia.
Gigitan kutu dapat menyebabkan kulit terasa gatal dan iritasi. Sementara itu, gigitan caplak tertentu dapat membawa penyakit, seperti penyakit Lyme, Rocky Mountain spotted fever, ehrlichiosis, hingga alpha-gal syndrome.
Hewan juga bisa membawa berbagai kuman yang berpotensi menular kepada manusia. Ada banyak penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Karena itu, tidur satu kasur dengan hewan peliharaan berarti ada potensi paparan kuman yang lebih dekat.
Anjing dan kucing yang sedang tidur bisa kaget ketika tiba-tiba disentuh atau terganggu. Reaksi spontan tersebut dapat berupa cakaran atau gigitan. Meski terlihat sepele, gigitan dan cakaran tetap berisiko menyebabkan infeksi.
Meski memiliki sejumlah risiko, tidur bersama hewan kesayangan juga bisa memberikan manfaat bagi sebagian orang. Berada dekat dengan hewan kesayangan bisa membuat seseorang merasa lebih bahagia. Interaksi dengan hewan juga mampu menurunkan hormon yang berkaitan dengan stres dan meningkatkan suasana hati.
Selain itu, keberadaan hewan peliharaan bisa memberikan rasa aman. Beberapa hewan bisa memberi tanda ketika ada sesuatu yang tak beres di rumah, sehingga pemilik merasa lebih nyaman.
Hewan peliharaan juga bisa memberikan kehangatan saat tidur. Anjing dan kucing memiliki suhu tubuh beberapa derajat lebih tinggi dibandingkan manusia, sehingga terasa nyaman ketika dipeluk pada malam hari.
Jika tidur bersama anjing atau kucing membuatmu lebih nyaman, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risikonya.
Pertama, gunakan penyaring udara HEPA di kamar tidur, cuci seprai secara rutin (idealnya seminggu sekali), lalu pastikan hewan peliharaan rutin dimandikan dan dirawat.
Buat batas ruang tidur. Hewan tak harus selalu berada tepat di samping tubuh pemilik. Jika memungkinkan, sediakan area khusus di bagian lain tempat tidur agar tetap dekat tetapi tidak terlalu berdempetan.
Kelima, antisipasi gangguan pada malam hari. Jika hewan sering terbangun untuk makan atau buang air, sesuaikan rutinitas tidur agar waktu istirahat tetap cukup.
Terakhir, buat aturan yang konsisten. Jika kamu menetapkan batasan tertentu untuk hewan peliharaan saat tidur, terapkan secara rutin agar hewan terbiasa.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.