Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus Influenza A Meningkat, Wamenkes: Tak Berbahaya Bisa Sembuh Sendiri

Binti Mufarida , Jurnalis-Rabu, 30 September 2026 |17:05 WIB
Kasus Influenza A Meningkat, Wamenkes: Tak Berbahaya Bisa Sembuh Sendiri
Wamenkes RI, Dante Saksono Harbuwono. (Foto: Binti Mufarida/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, menegaskan Influenza A bukan penyakit yang berbahaya. Menurutnya, penyakit tersebut dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.

"Ini adalah self-limiting disease, penyakit yang sembuh dengan sendirinya tanpa diobati. Jadi tidak berbahaya Influenza A tersebut," ujar Dante di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Wamenkes Dante Saksono Harbuwono

1. Influenza A seperti Flu Biasa

Dante mengatakan Influenza A pada dasarnya memiliki karakter seperti flu biasa. Dia juga memastikan belum ada kasus kematian yang tercatat akibat Influenza A.

"Jadi tidak ada kasus kematian yang tercatat juga karena Influenza A ini," ujar Wamenkes Dante.

Dante menjelaskan, tren Influenza A masih mengikuti pola musiman yang terjadi setiap tahun. Aktivitas influenza biasanya meningkat menjelang musim hujan dan kembali menurun pada awal tahun.

"Naik di menjelang musim hujan, nanti akan turun lagi di bulan-bulan Februari dan Maret, dan seterusnya seperti itu. Trennya masih sama," ujarnya.

2. Peningkatan Kasus Influenza A

Menurut Dante, kondisi Influenza A baik secara nasional maupun global juga masih menunjukkan pola yang sama. Dia menyebut belum terdapat peningkatan signifikan yang perlu dikhawatirkan.

"Jangan ini digoreng dan dijadikan berita yang viral sehingga seolah-olah menakutkan," kata Dante.

Dante menilai pemberitaan yang berlebihan membuat kasus Influenza A terkesan lebih menakutkan dari kondisi sebenarnya.

"Ya nama Influenza A itu jenis strain-nya memang strain baru, tetapi tidak berbahaya. Belum ada kematian yang dicatat akibat Influenza A tersebut," paparnya.

 

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat adanya peningkatan aktivitas influenza di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, Kemenkes menyebut kondisi tersebut masih berada dalam rentang kewaspadaan dan belum menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan.

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan peningkatan kasus influenza perlu direspons dengan penguatan surveilans dan kesiapsiagaan, bukan kepanikan.

Ilustrasi cegah Influenza A. (Foto: dok Magnific)

"Memang ada kenaikan kasus influenza, khususnya di Indonesia dan Asia Tenggara. Tetapi berdasarkan data surveilans yang kita miliki, kondisinya masih dalam rentang medium," ujar Budi dalam keterangan pers, Senin (28/9/2026).

Berdasarkan hasil surveilans Kemenkes hingga minggu ke-38 tahun 2026, aktivitas influenza pada surveilans di puskesmas telah berada dalam kategori sedang (medium). Sementara itu, aktivitas influenza berdasarkan surveilans rumah sakit masih berada pada kategori rendah (low).

Pada surveilans sentinel, positivity rate influenza tercatat 56 persen pada minggu ke-38. Dari 265 spesimen yang diperiksa, sebanyak 148 spesimen dinyatakan positif influenza. Kemenkes menyebut peningkatan aktivitas influenza pada periode Agustus-September tersebut masih sesuai dengan pola musiman yang selama ini terjadi di Indonesia.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement