Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hidup Itu Keras! Begini Cara Didik Anak agar Kuat Mental

Agustina Wulandari , Jurnalis-Jum'at, 25 September 2026 |08:05 WIB
Hidup Itu Keras! Begini Cara Didik Anak agar Kuat Mental
Ilustrasi anak yang kuat mental. (Foto: dok Magnific/jcomp)
A
A
A

Tujuannya bukan membiarkan anak menghadapi masalah sendirian. Orang tua tetap perlu berada di dekat mereka untuk memberikan dukungan dan memastikan pilihan yang diambil tetap aman. 

Terlalu Banyak Membantu Bisa Jadi Bumerang

Membantu anak memang merupakan bagian dari pengasuhan. Namun, jika setiap masalah langsung diselesaikan orang tua, anak bisa kehilangan kesempatan untuk belajar menghadapi kesulitan.

Contohnya, ketika anak kesulitan menyusun puzzle. Orang tua mungkin tergoda langsung menunjukkan potongan yang tepat. Masalah pun selesai. Namun, anak jadi tidak mendapatkan pengalaman ketika mencoba, gagal, lalu akhirnya menemukan jawabannya sendiri.

Pengalaman seperti itu sebenarnya penting untuk membangun keyakinan bahwa dirinya mampu menghadapi tantangan. Kemampuan tersebut dikenal sebagai self-efficacy, yaitu keyakinan seseorang bahwa ia dapat mengambil tindakan dan menyelesaikan masalah yang dihadapi. 

Bukan Berarti Orang Tua Harus Lepas Tangan

Memberi anak kesempatan untuk menyelesaikan masalah sendiri bukan berarti orang tua harus diam dan membiarkan mereka menghadapi semuanya.

Ada perbedaan antara memberikan ruang untuk mencoba dan membiarkan anak menghadapi masalah serius sendirian. Misalnya, anak usia lima tahun bisa diberi kesempatan memilih mainan mana yang ingin dirapikan lebih dulu. 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement