PERUBAHAN cuaca saat musim pancaroba kerap membuat sebagian orang mengeluhkan berbagai gangguan kesehatan. Batuk, pilek, demam, hingga influenza menjadi sejumlah keluhan yang cukup sering muncul.
Kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan virus, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan dan perilaku masyarakat. Selain batuk, pilek, hingga demam, ada sejumlah penyakit lainnya yang harus diwaspadai karena bisa menyerang setiap orang di pancaroba.
Dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang aktif di perhimpunan-perhimpunan IDI sekaligus Wakil Sekjend Perhimpunan Dokter Alergi Imunologi Indonesia (Wasekjend Peralmuni), Dr. dr. Fery Rahman, MKM, dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone mengatakan bahwa keluhan yang banyak ditemukan saat ini antara lain influenza, batuk, pilek, dan demam.
Tidak semua keluhan batuk, pilek, atau demam menunjukkan kondisi yang berat. Namun, masyarakat perlu memperhatikan durasi dan perkembangan gejala. dr. Ferry menyebut demam yang berlangsung selama tiga hari perlu mendapat pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kemungkinan penyebab demam. Utamanya jika keluhan tidak kunjung membaik atau justru disertai gejala lain.
“Paling banyak influenza, batuk, pilek, demam,” ujar dr. Ferry.
“Kalau demamnya sudah tiga hari, itu harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” lanjutnya.
Selain penyakit dengan gejala seperti flu, masyarakat juga perlu mewaspadai penyakit yang lebih sering berkaitan dengan kondisi lingkungan saat memasuki musim hujan. dr. Ferry menyebut demam berdarah dengue (DBD) dan diare sebagai penyakit yang perlu diperhatikan ketika musim hujan mulai tiba.
Perubahan kondisi lingkungan pada musim hujan dapat memengaruhi berbagai faktor yang berkaitan dengan penularan penyakit. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko.
“Sebentar lagi akan memasuki musim hujan, mungkin menuju ke situ yang paling sering DBD, diare,” ujarnya.