
Faktor ketiga adalah virus. Belakangan, influenza A menjadi salah satu virus yang banyak diperbincangkan, termasuk di kalangan dokter spesialis anak.
dr. Ferry mengingatkan bahwa keluhan sakit yang muncul tidak serta-merta hanya disebabkan oleh influenza A. Untuk memastikan penyebab infeksi, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan. Menurutnya, gejala yang muncul pada sejumlah infeksi virus dapat memiliki kemiripan sehingga tidak cukup hanya mengandalkan gejala untuk menentukan jenis virus penyebabnya.
“Terakhir, virus. Virusnya mungkin saat ini lagi banyak virus influenza A yang lagi dibahas sejawat-sejawat dokter spesialis anak. Tapi jangan salah, penyebabnya itu bukan Cuma virus influenza A,” ucap dr. Ferry.
“Untuk mengetahui pemeriksaan ini, ya dilakukan tes tapi kan tidak signifikan. Tapi gejala klasiknya sama pada virus-virus tersebut,” lanjutnya.
Dari ketiga faktor tersebut, lingkungan dan perilaku masyarakat menjadi dua aspek yang dinilai masih dapat dimodifikasi. Masyarakat dapat melakukan berbagai langkah untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan di tengah kondisi cuaca yang berubah-ubah dan mobilitas yang tinggi.
Upaya tersebut antara lain menjaga kebersihan diri, memperhatikan kondisi tubuh, menggunakan perlindungan ketika kualitas udara memburuk, serta mengurangi paparan di tempat yang sangat padat ketika sedang sakit. Dengan demikian, fenomena “musim sakit” tidak dapat dilihat hanya dari satu penyebab.
“Jadi 3 faktor ini ya, lingkungan, mobilitas masyarakat, dan ketiga virus baru. Lalu apa yang bisa dimodifikasi? Ada dua, yakni perilaku kita dan lingkungan, yang bisa dimodifikasi,” tutupnya.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.