Sifat perubahannya yang amat dinamis menjadikan Influenza A memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan tipe B. Prof. Anggraini menambahkan bahwa riwayat mutasi ekstrem pada tipe A tercatat pernah memicu gelombang pandemi besar dalam sejarah kesehatan global.
"Mutasinya, ini yang A ini bisa menyebabkan pandemi sebagaimana dulu pandemi Spanish Flu, kemudian pandemi pada saat ada Mexican atau Swine Flu kalau masih ingat semuanya," tuturnya.
Lalu siapa yang paling berisiko terkena Influenza A? Pada dasarnya, setiap orang dari berbagai kelompok usia dapat terinfeksi virus influenza A maupun B. Kendati demikian, dampak keparahan infeksinya tidak dirasakan sama oleh semua orang.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gejala berat hingga komplikasi.
Penyebaran Influenza A yang luas dan cenderung berat sangat berkaitan dengan mekanisme perubahan genetik virus tersebut, baik berupa antigenic drift (perubahan kecil secara berkala) maupun antigenic shift (perubahan besar secara mendadak). Ketika struktur virus berubah, sistem kekebalan tubuh manusia belum memiliki antibodi yang mengenali ancaman baru tersebut.