TELUR rebus menjadi salah satu pilihan praktis untuk sarapan maupun menu meal prep. Namun, meski sudah dimasak, telur rebus tetap memiliki batas waktu penyimpanan.
Lantas, berapa lama telur rebus sebenarnya bisa bertahan? Baik masih dengan cangkang maupun sudah dikupas, telur rebus yang disimpan dengan benar di dalam kulkas sebaiknya dikonsumsi dalam waktu maksimal tujuh hari setelah dimasak.
Hal yang tak kalah penting adalah memastikan telur segera didinginkan setelah dimasak. Telur rebus yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang lebih cepat berisiko mengalami pertumbuhan bakteri.
Dilansir dari Good House Keeping, telur rebus yang disimpan dalam kulkas dengan suhu 40°F atau sekitar 4°C atau lebih rendah dapat bertahan hingga tujuh hari. Aturan ini berlaku baik untuk telur yang masih berada di dalam cangkang maupun telur yang sudah dikupas, selama penyimpanannya dilakukan dengan benar.
Jika ingin menjaga kualitas telur tetap optimal, telur rebus sebaiknya disimpan dalam keadaan masih bercangkang dan baru dikupas ketika akan disantap. Telur rebus sebaiknya tidak dibiarkan di meja makan atau dapur dalam waktu lama.
Pada suhu ruang, telur rebus umumnya aman hingga dua jam. Namun, jika suhu lingkungan mencapai sekitar 32°C atau lebih, batas waktunya menjadi hanya satu jam.
Setelah melewati batas tersebut, telur lebih berisiko mengalami pertumbuhan bakteri sehingga lebih aman untuk dibuang. Karena itu, jika membawa telur rebus untuk bekal atau piknik, simpan telur dalam cooler dengan es atau frozen gel pack agar suhunya tetap dingin.

Telur rebus yang sudah dikupas juga dapat disimpan hingga tujuh hari di dalam kulkas. Asalkan, telur ditempatkan dalam wadah tertutup atau kedap udara.
Meski demikian, menyimpan telur bersama cangkangnya hingga waktu makan dapat membantu mempertahankan kualitasnya. Jika sudah dikupas, pastikan telur tidak dibiarkan terbuka di dalam kulkas karena dapat lebih mudah menyerap aroma makanan lain dan mengalami perubahan tekstur.
Makanan yang terkontaminasi bakteri tidak selalu menunjukkan perubahan pada aroma atau penampilan. Karena itu, kondisi telur tidak bisa dinilai hanya berdasarkan bau atau tampilannya.
Namun, jika telur menunjukkan bau yang tidak biasa, tekstur berlendir, atau perubahan warna, sebaiknya jangan dikonsumsi. Jika ragu mengenai keamanan telur, pilihan paling aman adalah membuangnya daripada mengambil risiko mengalami keracunan makanan.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.