Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Manfaat Tidur Tanpa Bantal, Bikin Pegel Enggak Ya?

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Rabu, 16 September 2026 |22:10 WIB
Manfaat Tidur Tanpa Bantal, Bikin Pegel Enggak Ya?
Manfaat Tidur Tanpa Bantal, Bikin Pegel Enggak Ya? (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Bantal menjadi bagian yang hampir selalu ada dalam rutinitas tidur. Namun, bagi sebagian orang, tidur tanpa bantal justru terasa lebih nyaman. Lantas, apakah kebiasaan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi tubuh?

Hingga kini, belum ada penelitian yang secara langsung membandingkan kualitas tidur atau kesehatan orang yang menggunakan bantal dengan mereka yang tidur tanpa bantal. Meski begitu, sejumlah dokter spesialis tulang belakang menjelaskan bahwa posisi leher dan tulang belakang selama tidur menjadi hal yang lebih penting untuk diperhatikan.

Ari R. Berg, MD, ahli bedah tulang belakang di Hackensack University Medical Center sekaligus asisten profesor Bedah Ortopedi di Hackensack Meridian School of Medicine, mengatakan sebagian besar orang akan lebih terbantu dengan penggunaan bantal.

Menurutnya, bantal berfungsi menopang kepala dan leher agar tulang belakang tetap berada dalam posisi netral. Posisi tersebut berarti kepala, leher, dan punggung tetap sejajar tanpa menghilangkan lekukan alami tulang belakang, demikian dilansir dari Prevention.

Manfaat Tidur Tanpa Bantal

Tidur tanpa bantal sebenarnya tidak memberikan banyak manfaat bagi kebanyakan orang. Namun, kondisi berbeda dapat terjadi pada mereka yang terbiasa tidur tengkurap.

Saat tidur tengkurap, kepala biasanya harus diputar ke salah satu sisi agar dapat bernapas. Posisi tersebut membuat leher berada dalam kondisi berputar selama berjam-jam.

Jika menggunakan bantal yang terlalu tinggi, posisi kepala dapat semakin terangkat sehingga leher menjadi lebih terpelintir. Dalam kondisi tersebut, tidur tanpa bantal atau menggunakan bantal yang sangat tipis dan datar dapat mengurangi sudut tersebut.

“Jika Anda tidur tengkurap dan tidak dapat mengubah posisi, tidur tanpa bantal atau menggunakan bantal yang sangat tipis dan datar adalah pilihan terbaik,” kata Berg.

Meski demikian, Jason A. Smith, MD, direktur medis asosiasi sekaligus ketua Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Atlantic Health, menyarankan penggunaan bantal datar apabila bantal yang selama ini digunakan justru menimbulkan ketidaknyamanan.

Mengapa Bantal Tetap Dibutuhkan?

Mara Vucich, DO, spesialis tulang belakang di Maryland Spine Center at Mercy, mengatakan belum ada jawaban ilmiah pasti mengenai apakah tidur dengan atau tanpa bantal lebih baik. Namun, para ahli sepakat bahwa menjaga posisi tulang belakang tetap netral merupakan salah satu hal penting untuk mengurangi risiko masalah pada leher dan punggung.

Bantal yang sesuai dapat membantu mempertahankan posisi tersebut. Jason Smith menjelaskan bahwa dukungan pada leher membantu menjaga kesejajaran tulang belakang dan mengurangi kemungkinan iritasi pada persendian.

Jika posisi leher terganggu, kondisi tersebut dapat memicu ketegangan otot, kejang otot, hingga sakit kepala. Selain itu, penggunaan bantal yang sesuai dapat membuat tubuh lebih nyaman sehingga tidur tidak mudah terganggu.

Beda Posisi Tidur, Beda Jenis Bantal

Pemilihan bantal sebaiknya disesuaikan dengan posisi tidur.

Tidur menyamping: membutuhkan bantal yang relatif lebih tebal untuk mengisi jarak antara kepala dan bahu. Tujuannya agar kepala tidak turun ke arah kasur.

Tidur telentang: membutuhkan bantal dengan ketebalan sedang untuk menopang lekukan alami leher tanpa mendorong kepala terlalu jauh ke depan.

Tidur tengkurap: sebaiknya menggunakan bantal yang tipis atau bahkan tidak menggunakan bantal, terutama jika penggunaan bantal membuat leher semakin terangkat dan terpelintir.

Selain ketebalan, tingkat kekencangan bantal juga perlu diperhatikan. Bantal yang terlalu empuk dapat kehilangan bentuk dan dukungan sepanjang malam, sedangkan bantal yang terlalu keras dapat menimbulkan tekanan pada bagian tertentu.

Risiko Tidur dengan Bantal yang Tidak Tepat

Masalah tidur dengan bantal umumnya bukan karena keberadaan bantal itu sendiri, melainkan karena jenis bantal yang tidak sesuai.

Bantal yang terlalu tinggi dapat mendorong dagu ke arah dada ketika seseorang tidur telentang. Kondisi tersebut membuat leher menekuk ke depan dan dapat memberikan tekanan pada otot leher serta punggung bagian atas.

Pada orang yang tidur menyamping, bantal terlalu tinggi dapat membuat leher menekuk ke atas. Sebaliknya, bantal yang terlalu tipis dapat membuat kepala turun mendekati kasur sehingga memberikan tekanan pada otot dan ligamen di leher serta bahu.

Risiko Tidur Tanpa Bantal

Tidak menggunakan bantal berarti leher kehilangan penyangga selama tidur. Kondisi tersebut dapat membuat sebagian orang merasa tidak nyaman dan mengganggu kualitas tidur.

Bagi orang yang tidur menyamping, kepala berpotensi berada lebih rendah daripada bahu. Posisi ini dapat memberikan tekanan pada sisi leher dan memicu rasa sakit atau kaku. Dalam jangka panjang, tekanan tersebut berpotensi memengaruhi otot dan ligamen.

Sementara itu, orang yang tidur telentang tanpa bantal dapat mengalami posisi kepala yang terlalu menengadah. Kondisi tersebut membuat sendi-sendi kecil di bagian belakang leher mendapat tekanan dan dapat membebani otot serta ligamen di bagian depan leher.

Jadi, Perlukah Tidur Tanpa Bantal?

Secara umum, penggunaan bantal lebih disarankan untuk membantu menjaga posisi kepala dan leher tetap sejajar dengan tulang belakang. Namun, kebutuhan setiap orang dapat berbeda berdasarkan posisi tidur dan kondisi tubuh.

Bagi orang yang tidur tengkurap, bantal yang sangat tipis atau bahkan tanpa bantal dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman. Sementara itu, mereka yang tidur menyamping atau telentang umumnya membutuhkan penyangga leher yang sesuai.

Pada akhirnya, fungsi utama bantal bukan sekadar membuat tidur lebih nyaman, melainkan membantu mempertahankan posisi tulang belakang yang netral selama beristirahat.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement