JAKARTA - Pelembap atau moisturizer jadi satu di antara langkah perawatan kulit harian. Meski cara pakainya sederhana, ternyata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar manfaatnya lebih maksimal.
Melansir Real Simple, dokter kulit menyebutkan bahwa pelembap tak hanya membuat kulit terasa lebih lembut dan terhidrasi. Produk ini juga mendukung lapisan pelindung kulit atau skin barrier agar kulit tetap terjaga kelembapannya.
Namun, cara mengoleskan pelembap, waktu pemakaian, hingga jenis produk yang dipilih ternyata sama pentingnya. Lalu, bagaimana cara memakai pelembap yang benar?
Kulit secara alami terus kehilangan air melalui proses yang disebut transepidermal water loss atau TEWL. Minyak alami kulit juga dapat berkurang setelah mencuci wajah atau mandi.
Karena itu, pelembap dibutuhkan untuk mengembalikan dan mempertahankan kelembapan kulit. Kandungan di dalam pelembap umumnya bekerja dengan beberapa cara, misalnya menarik air ke dalam kulit, melembutkan permukaan kulit, serta membantu mengunci kelembapan.
Pelembap yang digunakan dengan tepat juga menjaga fungsi lapisan pelindung kulit.
Sebelum membahas cara pemakaiannya, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah memilih produk yang sesuai dengan kondisi kulit.
Jika kulit mudah berminyak atau berjerawat, pilih pelembap berlabel nonkomedogenik agar tidak mudah menyumbat pori-pori. Pelembap dengan tekstur ringan dan berbahan dasar air bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman untuk jenis kulit ini.
Pemilik kulit kering justru dapat membutuhkan pelembap dengan tekstur yang lebih kaya. Krim, salep, atau losion yang lebih tebal dapat membantu mempertahankan kelembapan kulit.
Beberapa bahan yang umum ditemukan dalam pelembap untuk kulit kering antara lain gliserin, asam hialuronat, shea butter, dan minyak jojoba.
Untuk kulit sensitif, pilih produk dengan formula sederhana dan tanpa pewangi. Kandungan yang membantu memperkuat lapisan pelindung kulit, seperti ceramide dan peptida, juga dapat menjadi pilihan.
Kebutuhan kulit juga bisa berubah mengikuti kondisi lingkungan. Saat cuaca dingin, misalnya, kulit mungkin membutuhkan pelembap yang lebih kaya. Sebaliknya, ketika cuaca panas dan lembap, tekstur yang lebih ringan biasanya terasa lebih nyaman.
Setelah menemukan pelembap yang sesuai, perhatikan juga urutan penggunaannya.
Sebelum menggunakan pelembap, cuci wajah dengan pembersih yang lembut untuk menghilangkan keringat, kotoran, minyak, riasan, dan sisa produk perawatan kulit.
Setelah itu, keringkan wajah dengan cara ditepuk perlahan menggunakan handuk. Jangan sampai kulit benar-benar kering karena pelembap justru dianjurkan digunakan saat kulit masih sedikit lembap.
Jika rutinitas perawatan kulitmu terdiri atas beberapa produk, seperti toner, serum, esens, atau produk perawatan tertentu, gunakan dari tekstur yang paling ringan menuju yang lebih berat.
Produk tersebut bisa dipakai ketika kulit masih lembap. Setelah itu, barulah aplikasikan pelembap.
Ini salah satu trik penting yang sering terlewat. Menurut dokter kulit yang dikutip Real Simple, pelembap sebaiknya digunakan ketika kulit masih sedikit lembap. Cara ini ampuh bantu mengunci kelembapan kulit.
Jika wajah sudah terlanjur kering setelah mencuci muka, kamu bisa membasahinya sedikit pakai air sebelum mengoleskan pelembap.
Untuk jumlahnya, gunakan kira-kira sebanyak ukuran seperempat koin untuk wajah. Jangan lupa mengoleskannya hingga area yang sering terlewat, termasuk telinga, garis rambut, leher, dan bagian dada atas.
Saat mengaplikasikan pelembap, tak perlu menekan atau menggosok kulit dengan kuat. Untuk produk berbentuk krim, kamu bisa menepuk-nepuknya secara lembut hingga merata. Sementara itu, pelembap berbentuk gel atau berbahan dasar air dapat diratakan dengan gerakan memutar sampai terserap.
Gerakkan tangan secara lembut ke arah atas saat mengoleskan pelembap. Yang terpenting, kulit seharusnya terasa lembap dan nyaman, bukan berminyak atau terlalu lengket.
Jika terlalu banyak mengoleskan produk, kamu menepuk perlahan pakai kain bersih yang sedikit lembap.
Pelembap dianjurkan digunakan setidaknya dua kali sehari, terutama setelah membersihkan wajah. Pelembap juga sebaiknya digunakan setelah mandi, berolahraga, atau berenang. Jika kulit terasa sangat kering, kamu bisa memakainya lagi pada siang hari.
Bagi orang dengan kondisi kulit tertentu yang menyebabkan peradangan dan kulit sangat kering, pemakaian pelembap tambahan pada siang hari juga mungkin dibutuhkan.
Jadi, memakai pelembap bukan sekadar mengambil produk lalu mengoleskannya ke wajah. Jenis pelembap, kondisi kulit saat pemakaian, jumlah produk, hingga cara mengaplikasikannya bisa memengaruhi hasil akhirnya.
Dengan memilih produk sesuai kebutuhan kulit dan menggunakannya secara rutin, pelembap bisa menjaga kulit tetap terhidrasi sekaligus mendukung lapisan pelindung kulit.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.