Apakah sering berteriak? Memilih diam? Atau justru menghindari pembicaraan mengenai emosi?
Bukan berarti semua perilaku anak merupakan kesalahan orang tua. Namun, melihat kembali kebiasaan diri sendiri dapat membantu orang tua memberikan contoh yang lebih sehat kepada anak dalam menghadapi emosi.
Perubahan perilaku anak juga bisa muncul ketika mereka sedang mengalami stres atau perubahan besar dalam hidup. Misalnya, keluarga baru saja memiliki bayi, pindah rumah, anak masuk sekolah baru, atau sekadar terlalu lelah setelah menjalani aktivitas seharian.
Orang tua dapat menggunakan pendekatan H.A.L.T., yaitu mengecek apakah anak sedang hungry (lapar), angry (marah), lonely (kesepian), atau tired (lelah).
Terkadang, penyebab anak rewel ternyata cukup sederhana. Makan, tidur, beristirahat, atau mendapatkan waktu berdua bersama orang tua bisa membantu anak kembali tenang.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.