Anak terkadang bertindak agresif atau menarik diri karena belum tahu bagaimana menjelaskan apa yang sedang dirasakan.
Misalnya, anak memukul karena marah, berbohong karena takut, atau memilih diam karena merasa terluka.
Orang tua dapat membantu dengan memberikan nama pada emosi tersebut. Coba tanyakan dengan sederhana, "Kamu sedang marah?", "Kamu takut?" atau "Kamu sedih?"
Kebiasaan ini dapat membantu anak mengenali dan memahami emosinya. Dengan begitu, mereka bisa pelan-pelan belajar bahwa perasaan yang tak menyenangkan bisa dibicarakan, bukan selalu dilampiaskan lewat perilaku.
Anak belajar banyak hal dari orang tua, termasuk cara menghadapi emosi. Karena itu, ketika perilaku tertentu terus berulang, orang tua juga bisa melakukan introspeksi. Coba tanyakan kepada diri sendiri, bagaimana biasanya ketika sedang marah atau stres?