MENGIKAT rambut sebelum tidur mungkin terasa lebih praktis, terutama bagi mereka yang memiliki rambut panjang. Namun, apakah kebiasaan tersebut aman untuk rambut?
Ataukah kebiasaan mengikat rambut sebelum tidur dan terus dibawa hingga terlelap bisa memberi pengaruh? Utamanya tentu untuk kondisi rambut dan kulit kepala.

Dilansir dari Pilopeptan, mengikat rambut terlalu kencang, terutama dalam waktu lama, memberikan tarikan terus-menerus pada batang rambut dan area kulit kepala. Jika dilakukan berulang, kebiasaan tersebut dapat membuat rambut lebih mudah patah dan pada kondisi tertentu menyebabkan kerontokan akibat tarikan yang dikenal sebagai traction alopecia.
Karena itu, bukan berarti rambut sama sekali tidak boleh diikat ketika tidur. Yang lebih penting adalah seberapa kencang rambut diikat dan jenis aksesori yang digunakan.
Ponytail atau sanggul yang terlalu ketat dapat memberikan tekanan pada rambut. Tekanan dan tarikan tersebut dapat membuat batang rambut lebih rentan mengalami kerusakan, khususnya jika rambut sudah kering atau rapuh.
Rasa sakit atau kulit kepala terasa tertarik setelah rambut diikat juga bisa menjadi tanda bahwa ikatan terlalu kencang. Jika tetap ingin mengikat rambut saat tidur, gunakan ikatan yang longgar dengan aksesori berbahan lembut dan tidak memiliki bagian yang kasar atau mudah tersangkut pada rambut.
Selain tarikan, gesekan antara rambut, ikat rambut, dan bantal sepanjang malam juga dapat menyebabkan rambut kusut dan meningkatkan risiko rambut patah. Hal ini terutama perlu diperhatikan oleh pemilik rambut panjang, kering, diwarnai, atau rambut yang secara alami mudah rapuh.
Menggunakan ikat rambut berbahan lembut, seperti scrunchie berbahan satin atau kain yang tidak kasar, dapat menjadi pilihan yang lebih ramah terhadap rambut dibandingkan karet yang tipis dan ketat.