Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Benarkah Abu Vulkanik Tidak Tersaring dengan Masker Biasa? Ini Faktanya

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Selasa, 08 September 2026 |07:15 WIB
Benarkah Abu Vulkanik Tidak Tersaring dengan Masker Biasa? Ini Faktanya
Benarkah Abu Vulkanik Tidak Tersaring dengan Masker Biasa? Ini Faktanya (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA — Penggunaan masker menjadi salah satu cara untuk mengurangi paparan abu vulkanik yang masuk ke saluran pernapasan. Namun, tidak semua jenis masker memiliki tingkat perlindungan yang sama terhadap partikel abu vulkanik.

Menurut International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN), efektivitas pelindung pernapasan ditentukan oleh dua hal utama. Pertama, kemampuan material masker dalam menyaring partikel sehingga abu tidak menembus lapisan penyaring. Kedua, seberapa baik masker menempel pada wajah sehingga partikel tidak masuk melalui celah di bagian tepinya.

Karena itu, selain memilih jenis masker, cara pemakaian dan kesesuaian ukurannya dengan wajah juga perlu diperhatikan.

N95 Dinilai Efektif Menyaring Abu Vulkanik

Untuk orang dewasa, pelindung pernapasan yang paling efektif adalah masker yang sesuai dengan bentuk wajah dan memiliki sertifikasi industri, seperti N95. Di sejumlah negara, jenis masker dengan standar serupa juga dikenal dengan nama P2, FFP2, atau DS2.

Masker tersebut dirancang untuk memberikan penyaringan partikel sekaligus memiliki bentuk yang dapat menutup area hidung dan mulut dengan lebih rapat. Sertifikasi biasanya tercantum pada bagian masker.

N95 umumnya dirancang untuk penggunaan sekali pakai. Karena memiliki desain yang cukup rapat, pengguna mungkin merasa kurang nyaman atau mengalami sensasi bernapas yang lebih berat.

Bagi orang yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit kardiovaskular, penggunaan masker dengan tingkat filtrasi tinggi sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Masker Bedah Masih Dapat Digunakan

Masker bedah juga dapat membantu menyaring abu vulkanik. Namun, tingkat perlindungannya sangat bergantung pada seberapa rapat masker tersebut terpasang di wajah.

Masker bedah tersedia dalam berbagai bentuk. Ada yang perlu dibentuk atau dilipat sebelum digunakan, sementara jenis lainnya sudah memiliki bentuk tertentu dan dapat langsung dipakai.

Beberapa masker juga dilengkapi katup yang berfungsi membantu mengeluarkan udara panas dan lembap. Jika dipasang dengan tepat, masker jenis ini dapat memberikan perlindungan yang cukup baik terhadap abu vulkanik.

Waspadai Masker yang Tidak Rapat

Ada pula masker yang dipasarkan dengan klaim mampu menyaring partikel PM2.5. Partikel berukuran sangat kecil tersebut merupakan salah satu fraksi abu vulkanik yang perlu diwaspadai.

Masker dengan kemampuan filtrasi tinggi belum tentu memberikan perlindungan optimal apabila tidak dirancang untuk mengikuti bentuk wajah. Celah antara masker dan kulit dapat menjadi jalur masuknya partikel abu.

Karena itu, masker yang memiliki kemampuan penyaringan baik tetap perlu dipasang secara rapat dan benar.

Masker Kesehatan Sederhana Kurang Efektif

Masker kesehatan sederhana berbentuk persegi panjang dan tidak memiliki lipatan umumnya memiliki kemampuan penyaringan yang lebih rendah terhadap abu vulkanik.

Selain itu, bentuknya cenderung tidak menutup hidung dan mulut secara rapat. Kondisi tersebut membuat partikel abu lebih mudah masuk melalui bagian tepi masker.

Kain seperti bandana, kaus, kerudung, atau sapu tangan yang digunakan untuk menutupi hidung dan mulut dinilai kurang efektif dalam menyaring abu dibandingkan masker yang memang dirancang sebagai pelindung pernapasan.

Menggunakan beberapa lapis kain memang dapat meningkatkan kemampuan penyaringan. Namun, perlindungannya tetap tidak setara dengan masker yang memiliki sistem filtrasi khusus.

Hal serupa berlaku pada masker berbahan keras berbentuk mangkuk, masker modis, atau masker yang biasa digunakan pengendara motor. Jenis tersebut dapat memberikan perlindungan, tetapi secara umum kurang efektif dibandingkan masker bersertifikasi industri atau masker bedah dan belum tentu memiliki bentuk yang sesuai dengan wajah setiap orang.

Membasahi Masker Tidak Membuatnya Lebih Efektif

Membasahi masker atau bahan kain juga bukan cara untuk meningkatkan kemampuan penyaringan terhadap abu vulkanik.

Karena itu, perlindungan sebaiknya dilakukan dengan memilih masker yang sesuai, memastikan ukurannya pas dengan wajah, dan menggunakannya dengan benar. Semakin rapat masker menutup hidung dan mulut tanpa mengganggu kenyamanan dan kemampuan bernapas, semakin kecil peluang partikel masuk melalui celah di sekitar masker.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement