“Kenapa? Karena abunya itu kalau terhirup terlalu sering ke dalam saluran penapasan, itu bisa menyebabkan reaksi alergi dan bisa menyebabkan gangguan saluran penapasan pada atas. Bahkan pada kondisi parah bisa menyebabkan bronkitis,” jelasnya.
Abu vulkanik yang menumpuk di halaman atau sekitar rumah sebaiknya tidak langsung disapu secara kering. Cara tersebut justru dapat membuat partikel abu kembali beterbangan dan meningkatkan risiko terhirup.
Dokter Tirta menyarankan abu dibasahi terlebih dahulu menggunakan air sebelum dibersihkan.
“Disiram pakai air ya, disiram pakai air,” katanya.
Langkah tersebut dapat membantu mengurangi abu beterbangan ketika proses pembersihan dilakukan.
Selain saluran pernapasan, wajah juga dapat terpapar abu vulkanik ketika seseorang berada di luar ruangan. Jika abu menempel pada wajah, Dokter Tirta menyarankan agar masyarakat segera membersihkannya menggunakan pembersih wajah yang sesuai.