Ia menambahkan, informasi tersebut juga dapat membantu BPJS Kesehatan mengevaluasi kesesuaian pemberian obat maupun tindakan medis dengan clinical pathway yang berlaku.
“Jadi informasi-informasi yang ada di RME kalau ini sudah masuk, ini akan sangat membantu BPJS untuk memastikan apakah klaimnya itu bisa dilakukan dengan benar,” lanjut Budi.
4. Mendukung Riset dan Pengembangan Layanan Kesehatan
Manfaat lainnya adalah pemanfaatan data RME untuk penelitian dan pengembangan layanan kesehatan. Data tersebut dapat digunakan untuk membandingkan efektivitas berbagai metode penanganan pasien di fasilitas kesehatan.
Budi mencontohkan prosedur coronary artery bypass grafting (CABG) atau operasi bypass jantung. Dengan adanya data RME, rumah sakit dapat membandingkan proses penanganan pasien, termasuk lama perawatan dan metode yang digunakan.
Ia menilai, perbedaan hasil tersebut dapat menjadi bahan penelitian untuk menemukan best practices atau praktik terbaik yang kemudian dapat diterapkan di fasilitas kesehatan lainnya.
“Riset-riset itu bisa digunakan sehingga kita bisa meningkatkan derajat layanan kesehatan kita dengan mencari best practices dari prosedur-prosedur yang ter-record di rekam medis elektronik ini,” beber Budi.