Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Manfaat Rekam Medis Elektronik bagi Pasien

Niko Prayoga , Jurnalis-Selasa, 01 September 2026 |22:10 WIB
4 Manfaat Rekam Medis Elektronik bagi Pasien
4 Manfaat Rekam Medis Elektronik bagi Pasien (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTARekam Medis Elektronik (RME) yang terintegrasi dengan platform SatuSehat diharapkan membuat masyarakat lebih mudah mengakses dan memahami riwayat kesehatannya. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) resmi meluncurkan integrasi tersebut di Kantor Kementerian Kesehatan, Selasa (1/9/2026).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, penerapan RME memiliki empat manfaat utama yang tidak hanya dirasakan pasien, tetapi juga fasilitas kesehatan (faskes), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, hingga dunia penelitian medis.

Budi menyebut manfaat paling mendasar dari RME adalah memberikan akses kepada pasien untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara real-time. Ia mengibaratkannya seperti seseorang yang dapat memantau kondisi keuangan melalui aplikasi mobile banking.

“Gunanya nomor satu paling penting buat pasiennya. Jadi pasiennya at any time tahu kondisi kesehatan dia seperti apa. Sama seperti kita kalau lihat mobile banking kita tahu kondisi keuangan kita seperti apa, ini kita tahu kondisi kesehatannya seperti apa sekaligus bisa mengedukasi pasien,” kata Budi saat peluncuran.

Manfaat Rekam Medis Online

1. Memudahkan Pasien Mengakses Riwayat Kesehatan

RME memungkinkan informasi mengenai pemeriksaan dan pengobatan pasien tercatat secara digital. Dengan demikian, pasien dapat mengetahui kondisi kesehatannya tanpa harus bergantung sepenuhnya pada dokumen medis fisik.

2. Mempermudah Pelayanan di Fasilitas Kesehatan

Manfaat berikutnya dirasakan oleh fasilitas kesehatan. Setiap pemeriksaan maupun tindakan medis yang dilakukan dapat tercatat dalam RME sehingga fasilitas kesehatan lain yang menangani pasien dapat mengakses informasi tersebut.

Budi mencontohkan, ketika rumah sakit perlu merujuk pasien ke fasilitas kesehatan lain, dokter tidak perlu lagi menunggu pasien membawa dokumen atau melakukan input data secara manual.

“Yang nomor dua, ini bisa dipakai oleh faskes untuk mempermudah pelayanan mereka. Kalau rumah sakit A mau merujuk rumah sakit B, nggak usah dibawa masing-masing, nggak usah di-entry manual ke sistem. Karena otomatis nanti datanya sudah nyambung. Sehingga sebelum sampai pun dokter yang menerima di IGD sudah tahu kondisi kesehatannya seperti apa,” ujarnya.

3. Membantu BPJS Kesehatan Memantau Penanganan Pasien

RME juga dapat dimanfaatkan BPJS Kesehatan untuk memantau perkembangan kondisi pasien serta clinical pathway atau alur penanganan medis.

Menurut Budi, data dalam RME dapat membantu BPJS Kesehatan menilai apakah tindakan medis yang diberikan telah sesuai dengan prosedur dan indikasi medis.

“Nantinya setiap clinical pathway akan masuk ke dalam data RME yang menjadi data bagi fasilitas kesehatan untuk melakukan klaim pembiayaan kepada BPJS Kesehatan untuk pasien,” katanya.

Ia menambahkan, informasi tersebut juga dapat membantu BPJS Kesehatan mengevaluasi kesesuaian pemberian obat maupun tindakan medis dengan clinical pathway yang berlaku.

“Jadi informasi-informasi yang ada di RME kalau ini sudah masuk, ini akan sangat membantu BPJS untuk memastikan apakah klaimnya itu bisa dilakukan dengan benar,” lanjut Budi.

4. Mendukung Riset dan Pengembangan Layanan Kesehatan

Manfaat lainnya adalah pemanfaatan data RME untuk penelitian dan pengembangan layanan kesehatan. Data tersebut dapat digunakan untuk membandingkan efektivitas berbagai metode penanganan pasien di fasilitas kesehatan.

Budi mencontohkan prosedur coronary artery bypass grafting (CABG) atau operasi bypass jantung. Dengan adanya data RME, rumah sakit dapat membandingkan proses penanganan pasien, termasuk lama perawatan dan metode yang digunakan.

Ia menilai, perbedaan hasil tersebut dapat menjadi bahan penelitian untuk menemukan best practices atau praktik terbaik yang kemudian dapat diterapkan di fasilitas kesehatan lainnya.

“Riset-riset itu bisa digunakan sehingga kita bisa meningkatkan derajat layanan kesehatan kita dengan mencari best practices dari prosedur-prosedur yang ter-record di rekam medis elektronik ini,” beber Budi.

Menurutnya, pemanfaatan data dalam jumlah besar melalui RME dapat membantu meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara nasional.

“Sehingga dengan demikian seluruh layanan kesehatan kita secara nasional bisa kita upgrade bersama-sama. Dengan adanya data yang banyak ini, keempat hal itu bisa terjadi,” papar dia.

Budi juga mengungkapkan, RME yang terintegrasi dengan SatuSehat berpotensi dikembangkan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Teknologi tersebut nantinya diharapkan dapat membantu memberikan rekomendasi kepada pasien mengenai jenis fasilitas kesehatan yang sesuai dengan kondisi atau keluhan yang dialami.

“Syukur-syukur nanti kalau ini disambung sama AI bisa kasih rekomendasi. Kalau gini ketemu dokter paru, kalau gini cek ke Puskesmas saja, kalau gini ya beli obat batuk. Siapa tahu nanti ke depannya bisa sampai ke sana. Tapi tujuan utamanya tuh seperti itu,” pungkasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement