
Alasan dilarangnya tidur dengan posisi telentang dan miring ke kanang pun diungkap dr. Cecep. Menurutnya, kondisi anatomi tersebut membuat cairan asam menjadi lebih mudah bocor.
“Hasilnya? Asam lambung jadi lebih gampang tumpah naik ke atas! Nggak heran perih dan panasnya makin terasa,” tambah dr. Cecep.
Selain miring ke kanan, tidur dengan posisi terlentang juga bukan pilihan yang bijak saat GERD kambuh. Gravity bekerja melawan penyembuhan saat tubuh berada dalam posisi datar sempurna.
“Telentang, tidur lurus begini bikin asam lambung yang udah naik jadi susah turun lagi. Kebayang kan, asamnya nongkrong lebih lama di kerongkongan? Ini bisa bikin iritasi makin parah,” papar dia.
Lantas, bagaimana posisi tidur yang tepat agar malam tetap terasa nyaman dan bebas dari rasa perih? dr. Cecep merekomendasikan tidur miring ke arah kiri sebagai solusi utama. Karena secara anatomi organ lambung terletak di sebelah kiri tubuh, posisi ini membantu gravitasi bekerja menjaga isi lambung tidak menyembur ke atas.
“Posisi tidur jagoan buat redain GERD kamu. Miring ke kiri ini posisi emas! Kenapa? Secara alami, lambung kita ada di sisi kiri. Diperkirakan posisi ini bantu jaga asam lambung tetap di tempatnya dan enggak gampang naik. Bye-bye heartburn,” ungkap dr. Cecep.
Tak hanya mengubah arah miring tubuh, dr. Cecep juga menyarankan modifikasi kemiringan tempat tidur untuk mengoptimalkan gravitasi tubuh saat beristirahat.
“Tinggikan kepala tempat tidur kurang lebih 15 sampai 20 centimeter. Bantal ditumpuk seperti tanjakan dari punggung bawah, jadi bukan kepala aja guys! Bisa juga tinggikan seluruh bagian atas kasur (bisa diganjal kaki tempat tidurnya) atau pakai bantal wedge khusus. Ini manfaatin gravitasi biar asam lambung tetap di bawah,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.