JAKARTA - Menjaga berat badan tidak hanya bergantung pada pola makan dan olahraga. Kebiasaan tidur yang kurang atau tidak berkualitas juga dapat memengaruhi rasa lapar, keinginan mengonsumsi makanan berkalori tinggi, hingga aktivitas fisik sehari-hari.
Edukator sekaligus pelatih tidur (sleep coach) di Indonesia, Vishal Dasani, melalui unggahan video di akun Instagramnya menjelaskan bahwa gangguan tidur yang terjadi berulang kali dapat menyulitkan seseorang dalam mempertahankan atau menurunkan berat badan.
"Kalau kamu sedang berusaha menjaga berat badan, jangan cuma perhatikan apa yang kamu makan. Coba perhatikan juga bagaimana kamu tidur. Ketika tidur di bawah 6 jam, kurang restoratif, dan terjadi terus-menerus, ada beberapa hal yang bisa berubah," ujar Vishal, dikutip Senin (24/8/2026).
Menurut Vishal, tidur yang tidak cukup dan tidak restoratif dapat memengaruhi sejumlah mekanisme tubuh yang berkaitan dengan pengaturan nafsu makan. Kondisi tersebut juga dapat membuat seseorang lebih tertarik mengonsumsi makanan dengan kandungan kalori tinggi.
"Yang pertama, kita bisa jadi lebih mudah lapar. Terus lebih sulit merasakan kenyang, dan juga keinginan makan makanan yang lebih tinggi kalori atau cravings kita juga bisa meningkat. Di saat yang bersamaan, karena tubuh terasa lelah, kita juga cenderung lebih mager dan lebih sedikit bergerak," jelas dia.
Kurang tidur juga dapat berdampak pada aktivitas fisik. Ketika tubuh merasa lelah, seseorang cenderung lebih enggan bergerak sehingga pengeluaran energi sehari-hari dapat berkurang.
Jika kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya rasa lapar dan keinginan mengonsumsi makanan berkalori tinggi, seseorang dapat lebih mudah makan melebihi kebutuhan energi tubuh.