Ia berharap terdapat mekanisme yang dapat menjembatani UMKM Indonesia dengan pasar luar negeri sehingga pelaku usaha lokal tidak hanya menjadi konsumen produk impor.
“Karena kita bukan hanya sebagai pasar, pasar dari internasional, tapi juga kita bisa sebagai pelaku, sebagai pengusaha yang menawarkan produk-produk kita ke luar,” jelasnya.
Pameran tahun ini turut memperkuat kerja sama industri antara wilayah utara dan selatan China. Dua inisiatif perdagangan juga diluncurkan, yakni Global Promotion of Yanzhao Premium Products – Indonesia dan Guangdong Brands Global Tour – Premium Guangdong Products Entering ASEAN – Indonesia Station.
Kolaborasi tersebut mempertemukan kekuatan manufaktur Baigou, Hebei, dengan kemampuan desain dan pengembangan merek dari Shiling, Guangdong. Langkah ini diharapkan dapat memperluas rantai pasok industri fashion dan industri ringan China dengan pasar Indonesia serta ASEAN.
Pembukaan Asia Fashion (Indonesia) Show 2026 turut dihadiri perwakilan pemerintah dan pelaku industri dari Indonesia dan China, termasuk Kementerian Perdagangan Indonesia, China Chamber of Commerce for Import and Export of Light Industrial Products and Arts-Crafts, CCPIT Indonesia Representative Office, Hebei CCPIT, pelaku UMKM, serta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO).
Melalui pameran, business matching, fashion show, dan pertukaran pengetahuan, Asia Fashion (Indonesia) Show 2026 diharapkan berkembang bukan hanya sebagai ajang transaksi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi jangka panjang bagi industri fashion Indonesia dan China untuk menembus pasar ASEAN.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.