Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sempat Disinggung Presiden Prabowo, Ternyata Ini Manfaat Ijuk dan Rumbai untuk Atap Rumah

Niko Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 22 Agustus 2026 |16:38 WIB
Sempat Disinggung Presiden Prabowo, Ternyata Ini Manfaat Ijuk dan Rumbai untuk Atap Rumah
Sempat Disinggung Presiden Prabowo, Ternyata Ini Manfaat Ijuk dan Rumbai untuk Atap Rumah (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA — Atap berbahan ijuk dan rumbai ternyata memiliki sejumlah keunggulan yang dapat membuat rumah lebih sejuk secara alami. Penggunaan material tradisional tersebut kembali menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto menyinggungnya saat meresmikan renovasi bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, pada 30 Juli 2026.

Pembahasan mengenai ijuk dan rumbai sebagai material atap kemudian memunculkan pertanyaan mengenai manfaatnya dibandingkan material yang lebih umum digunakan saat ini, seperti seng, asbes, dan genteng.

Praktisi bisnis lingkungan sekaligus influencer, Ir. Saprian atau yang akrab disapa Bang Sap, menjelaskan bahwa ijuk memiliki karakteristik yang dapat membantu mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah. Hal tersebut disampaikannya melalui unggahan video di akun Instagram miliknya.

Menurut Bang Sap, ijuk berasal dari pohon aren dan memiliki struktur serat dengan banyak rongga udara. Struktur tersebut membuat perpindahan panas berlangsung lebih lambat sehingga dapat membantu menjaga suhu di dalam rumah tetap nyaman.

“Ijuk berasal dari pohon aren. Struktur seratnya juga punya banyak rongga udara yang membantu memperlambat perpindahan panas. Ijuk memang tidak menghasilkan listrik seperti panel surya, tetapi ijuk bisa membantu rumah tetap sejuk secara alami lewat konsep yang biasa disebut passive cooling,” kata Bang Sap, dikutip Sabtu (22/8/2026).

Berbeda dengan ijuk, material seng memiliki karakteristik yang lebih cepat menghantarkan panas. Kondisi tersebut dapat membuat suhu di dalam rumah meningkat, terutama ketika atap digunakan tanpa plafon sebagai lapisan tambahan.

“Atap seng itu tipis dan cepat menghantarkan panas. Apalagi kalau dipasang tanpa plafon. Akibatnya, siang hari panas dari atap langsung masuk ke dalam rumah,” ujarnya.

Bahaya Atap Asbes

Bang Sap juga menyinggung penggunaan atap berbahan asbes. Menurut dia, material tersebut perlu mendapat perhatian karena mengandung asbestos yang dapat membahayakan kesehatan apabila seratnya terlepas dan terhirup.

Meski memiliki sejumlah kelebihan, Bang Sap mengingatkan bahwa ijuk tidak serta-merta menjadi material yang harus menggantikan seluruh jenis atap yang digunakan saat ini.

Ijuk memiliki sejumlah keterbatasan, antara lain lebih mudah terbakar apabila tidak mendapatkan perlindungan yang memadai. Material tersebut juga membutuhkan perawatan dan tenaga pemasangan yang memiliki keahlian khusus. Selain itu, penggunaannya belum tentu sesuai untuk bangunan bertingkat atau rumah yang akan dilengkapi panel surya.

“Tapi bukan berarti seluruh atap seng harus langsung diganti dengan ijuk. Ijuk juga punya tantangan, mudah terbakar kalau tidak diproteksi, membutuhkan perawatan, tenaga pemasang khusus, dan belum tentu cocok untuk bangunan tinggi atau atap yang akan dipasang panel surya,” tutur Bang Sap.

Karena itu, menurutnya, pemilihan material atap sebaiknya tidak hanya didasarkan pada jenis bahan tertentu. Faktor keamanan, ketahanan, biaya, kondisi lingkungan, hingga karakteristik wilayah juga perlu menjadi pertimbangan.

“Jadi, solusinya bukan memaksakan satu material untuk semua rumah. Yang dibutuhkan adalah standar atap yang sejuk, aman, tahan lama, terjangkau, dan sesuai sama kondisi daerahnya,” kata dia.

Ia menilai penggunaan kembali material lokal seperti ijuk bukan berarti masyarakat harus meninggalkan teknologi modern. Sebaliknya, material tradisional dapat menjadi salah satu alternatif untuk menjawab kebutuhan hunian yang lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan.

“Kembali memakai material lokal seperti ijuk bukan berarti mundur ke masa lalu. Bisa jadi kita sedang mengambil teknologi lama untuk menjawab krisis energi di masa depan,” pungkasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement