“Tiga tenda ini bisa masing-masing 20, ada 60 rawat inap. Kita berencana akan tambah lagi sehingga minimal jadi 100 rawat inap. Kita sedang kirim tenda tambahan dari Bali,” ucapnya.
Budi kemudian menunjukkan bagian dalam tenda rawat inap yang dilengkapi sejumlah tempat tidur pasien. Ia menjelaskan, fasilitas tersebut dibuat dengan lantai khusus untuk memudahkan mobilitas tenaga kesehatan, termasuk saat membawa obat maupun makanan menggunakan troli.
Lantai tersebut juga dirancang untuk membantu mencegah air masuk ke area perawatan ketika hujan turun.
“Sekarang kita masuk ke ruang rawat inapnya. Nah, standarnya Kemenkes, ruang rawat inap nanti ada lantainya seperti ini. Jadi kalau bawa-bawa dorongan tuh gampang dan juga sekaligus bersih, nggak basah kalau di bawah ada air jadi nggak masuk,” jelas Budi.
Ia menambahkan, tenda rawat inap tersebut menggunakan standar yang diterapkan UNICEF untuk fasilitas kesehatan dalam situasi bencana. Setiap tenda dapat diatur untuk menampung sejumlah tempat tidur pasien.