“Ini yang aku bilang, aku pun sering ngremehin ini. Kualitas dan durasi tidur, testosteron itu diproduksi paling banyak jam dua sampai jam empat pagi pas tidur masuk ke dalam fase deep. Begadang semalaman aja udah bisa nurunin kadarnya lumayan banyak,” ungkap dr. Andika.
Keempat, mengelola stres. Stres berkepanjangan dapat meningkatkan kadar hormon kortisol. Kondisi tersebut dapat memengaruhi metabolisme dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
“Kamu enggak sadar lingkar perut itu bisa naik gara-gara stres. Pas stres, badan ngeluarin hormon kortisol yang ngelawan khasiat testosteron. Jadi, kelola stres, selalu berpikir positif, dan selalu tersenyum setiap hari,” tambahnya.
Lebih lanjut, dr. Andika mengingatkan bahwa upaya mengurangi lingkar perut sebaiknya tidak hanya dilakukan demi penampilan. Menjaga berat badan dan mengurangi lemak visceral merupakan bagian dari upaya mempertahankan kesehatan metabolisme serta kebugaran tubuh dalam jangka panjang.
“Perut buncit itu bukan soal penampilan doang. Itu tanda badan kamu masih perlu diservis, dimodifikasi, jangan sampai turun mesin,” pungkas dr. Andika.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.