Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hati-Hati! Perut Buncit Bisa Menguras Stamina Pria

Niko Prayoga , Jurnalis-Minggu, 16 Agustus 2026 |09:10 WIB
Hati-Hati! Perut Buncit Bisa Menguras Stamina Pria
Hati-Hati! Perut Buncit Bisa Menguras Stamina Pria (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA — Lingkar perut yang semakin membesar pada pria bukan hanya persoalan penampilan. Penumpukan lemak, terutama lemak visceral di sekitar organ dalam perut, dapat berkaitan dengan perubahan metabolisme dan kadar hormon yang berperan penting terhadap kesehatan serta vitalitas pria.

Dokter Spesialis Urologi sekaligus edukator kesehatan, dr. Andika Afriansyah, melalui unggahan video di akun Instagram-nya menjelaskan bahwa lemak berlebih pada tubuh pria dapat memengaruhi keseimbangan hormon testosteron.

“Perut buncitmu itu lagi ngabisin hormon testosteron darahmu. Bukan ngasal, ini beneran kejadian di dalam badan kita,” ujar dr. Andika.

Jaringan Lemak Perut

Ia menjelaskan bahwa jaringan lemak memiliki enzim aromatase yang dapat mengubah sebagian testosteron menjadi estrogen. Karena itu, penumpukan lemak berlebih dapat berkaitan dengan perubahan keseimbangan hormon dalam tubuh.

“Fun fact-nya, lemak di perut cowok usia 30-an itu unik. Dia punya semacam pabrik yang mengubah testosteron kamu jadi hormon cewek, testosteron jadi estrogen. Jadi, makin gede perutmu, makin banyak testosteron yang keambil,” jelasnya.

Menurut dr. Andika, kondisi tersebut juga dapat membentuk siklus yang kurang menguntungkan. Ketika berat badan dan lemak tubuh meningkat, perubahan metabolisme serta hormon dapat membuat seseorang semakin sulit menjaga komposisi tubuh ideal.

Untuk membantu mengurangi lemak perut sekaligus menjaga kesehatan hormonal, dr. Andika membagikan sejumlah langkah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, mengurangi konsumsi gula. Ia mengingatkan agar pria tidak hanya berfokus pada pengurangan makanan berlemak, tetapi juga memperhatikan asupan makanan dan minuman manis yang dapat menyumbang kelebihan kalori.

“Yang bikin perut numpuk lemak itu bukan makan makanan tinggi lemak, tapi gula. Gula bikin badan nyimpan lemak di perut sebagai surplus kalori berlebih. Jadi, yang direm makan makanan manisnya, bukan hanya ngurangi nasi,” tutur dr. Andika.

Kedua, mengombinasikan latihan kardio dengan latihan kekuatan. Menurutnya, aktivitas fisik sebaiknya tidak hanya berfokus pada kardio. Latihan beban yang melibatkan banyak kelompok otot, seperti squat dan deadlift, juga dapat menjadi bagian dari program kebugaran.

“Kardio doang enggak cukup. Kardio berlebihan malah bisa nurunin testosteron kita. Yang naikin justru angkat beban di gym. Gerakan-gerakan besar, compound, seperti squat, deadlift, dan lain-lain,” terang dia.

Ketiga, memperbaiki kualitas dan durasi tidur. Tidur yang cukup menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga fungsi hormonal. Kurang tidur atau kebiasaan begadang dapat mengganggu berbagai proses pemulihan tubuh, termasuk yang berkaitan dengan produksi hormon.

“Ini yang aku bilang, aku pun sering ngremehin ini. Kualitas dan durasi tidur, testosteron itu diproduksi paling banyak jam dua sampai jam empat pagi pas tidur masuk ke dalam fase deep. Begadang semalaman aja udah bisa nurunin kadarnya lumayan banyak,” ungkap dr. Andika.

Keempat, mengelola stres. Stres berkepanjangan dapat meningkatkan kadar hormon kortisol. Kondisi tersebut dapat memengaruhi metabolisme dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

“Kamu enggak sadar lingkar perut itu bisa naik gara-gara stres. Pas stres, badan ngeluarin hormon kortisol yang ngelawan khasiat testosteron. Jadi, kelola stres, selalu berpikir positif, dan selalu tersenyum setiap hari,” tambahnya.

Lebih lanjut, dr. Andika mengingatkan bahwa upaya mengurangi lingkar perut sebaiknya tidak hanya dilakukan demi penampilan. Menjaga berat badan dan mengurangi lemak visceral merupakan bagian dari upaya mempertahankan kesehatan metabolisme serta kebugaran tubuh dalam jangka panjang.

“Perut buncit itu bukan soal penampilan doang. Itu tanda badan kamu masih perlu diservis, dimodifikasi, jangan sampai turun mesin,” pungkas dr. Andika.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement