Olahraga di ruangan panas, seperti hot yoga atau hot cycling mungkin terasa lebih melelahkan karena tubuh harus bekerja ekstra untuk menyeimbangkan suhu. Walaupun hal ini membuat detak jantung naik dan keringat bercucuran, bukan berarti kamu membakar kalori jauh lebih banyak. Beban tambahan ini lebih terkait dengan kerja tubuh mengatur suhu, bukan membakar lemak.
Bersantai di tempat bersuhu panas seperti sauna memang bisa menaikkan detak jantung. Namun, kalori yang terbakar sangatlah kecil jika dibandingkan dengan saat kamu aktif bergerak. Berkeringat di sauna tidak berarti kamu membakar lemak, dan berat badan yang turun setelahnya murni hanyalah cairan tubuh yang hilang.
Risiko dari berkeringat berlebihan adalah dehidrasi. Kehilangan terlalu banyak cairan bisa menyebabkan pusing, lelah, linglung, dan performa yang menurun. Oleh karena itu, pastikan kamu selalu minum air yang cukup saat berolahraga.
Keringat mungkin membuat berat air di dalam tubuhmu berkurang sementara, sehingga berat badanmu tampak turun, tetapi air itu akan kembali setelah kamu minum. Intinya, jenis, durasi, dan intensitas olahragalah yang jauh lebih penting untuk membakar kalori dibandingkan seberapa deras keringatmu!
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.