Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Riset Uji Klinis 64 Pasien Ungkap Potensi Probiotik sebagai Terapi Pendamping Jerawat

Khafid Mardiyansyah , Jurnalis-Minggu, 09 Agustus 2026 |20:14 WIB
Riset Uji Klinis 64 Pasien Ungkap Potensi Probiotik sebagai Terapi Pendamping Jerawat
Ilustrasi
A
A
A

Pendekatan berbasis mikrobioma dalam penelitian tersebut berkaitan dengan berkembangnya kajian mengenai hubungan mikrobiota usus dan kesehatan kulit. Probiotik dan secretome dieksplorasi sebagai terapi pendamping untuk melengkapi terapi jerawat yang telah tersedia.

Dorong Penguatan Riset Berbasis Bukti

Dalam rangkaian PIT IAI 2026, hasil penelitian tersebut diperkenalkan bersama pembahasan mengenai perkembangan pengetahuan terkait mikrobioma dan probiotik.

Medical Indonesia, melalui Bcrobes, juga meluncurkan buku Transformasi Paradigma Probiotik: Generasi Baru Kesehatan Berbasis Mikrobioma. Buku tersebut membahas kesehatan usus, keseimbangan mikrobiota, serta pemanfaatan probiotik berdasarkan literatur ilmiah dan bukti klinis.

Prof. Dean Lee Heng Yee, Director of Bcrobes Group, mengatakan perkembangan ilmu mikrobioma perlu berjalan bersama penelitian dan bukti ilmiah.

“Bcrobes percaya bahwa inovasi kesehatan harus berjalan bersama dengan penelitian dan bukti ilmiah. Karena itu, komitmen kami tidak berhenti pada pengembangan produk, tetapi juga mencakup dukungan terhadap penelitian, publikasi ilmiah, serta edukasi yang dapat membantu tenaga kesehatan dan masyarakat memperoleh informasi yang kredibel,” ujar Prof. Dean Lee Heng Yee.

Sementara itu, Dr. Kaley Oon Seok Fang, Medical Affairs Director Bcrobes, mengatakan hasil penelitian tersebut menjadi langkah awal untuk mengeksplorasi lebih jauh potensi probiotik dalam mendukung terapi jerawat.

“Hasil ini membuka ruang untuk memahami lebih jauh hubungan antara mikrobiota usus dan kesehatan kulit. Ke depan, kami akan terus mendorong riset dan kolaborasi dengan akademisi serta tenaga kesehatan agar potensi ini dapat dikaji lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dr. Kaley.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement