Kondisi ketiga berkaitan dengan kondisi dan pola kebiasaan buang air kecil anak sehari-hari. Seperti sering mengompol atau terasa nyeri saat buang air.
“Yang ketiga adalah adanya perubahan pola berkemih. Misalnya anaknya menjadi sering mengompol, sulit menahan pipis, ada rasa nyeri pada saat pipis,” jelas dr. Reza.

Indikasi keempat yang perlu diwaspadai para orangtua adalah keluhan fisik berupa rasa sakit di area abdominal yang sulit teridentifikasi.
“Yang keempat, adanya nyeri perut yang tidak jelas penyebabnya,” tutur dr. Reza.
Sementara itu, faktor kelima menyasar anak-anak yang memiliki riwayat medis atau kondisi kesehatan kronis tertentu. Di antaranya, hipertensi, diabetes, atau autoimun.
“Dan yang kelima adalah screening pada penyakit sistemik, misalnya pada hipertensi, pada anak dengan diabetes, pada anak dengan autoimun untuk mendeteksi adanya keterlibatan ginjal pada kondisi-kondisi tersebut,” papar dr. Reza.
Meski demikian, dr. Reza mengingatkan agar orangtua tidak melakukan analisis atau penanganan mandiri tanpa arahan dari medis profesional. Sehingga disarankan agar berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu.
“Jangan lupa konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum melakukan pemeriksaan urine dan nanti interpretasinya juga harus dilakukan oleh dokter,” pungkasnya.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.