PEMERIKSAAN kesehatan pada anak sering kali berfokus pada gejala fisik luar yang terlihat jelas. Contohnya, ruam pada kulit atau penurunan berat badan.
Padahal, pengamatan terhadap perubahan pada saluran kemih juga tidak kalah krusial. Orangtua wajib memahami bahwa perubahan karakteristik maupun kebiasaan buang air kecil pada anak dapat menjadi sinyal awal adanya masalah kesehatan, mulai dari infeksi saluran kemih hingga gangguan fungsi organ dalam.

Oleh karena itu, mengenali kapan skrining atau tes urine perlu dilakukan menjadi langkah deteksi dini sangat penting. Hal ini diperlukan guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi dalam unggahan video di akun Instagramnya mengatakan bahwa prosedur tes medis ini sebenarnya tidak harus dilakukan pada semua anak. Namun, wajib dilakukan jika anak mengalami berbagai kondisi tertentu. Apa saja?
Berikut 5 Tanda Anak Harus Segera Jalani Pemeriksaan Urine:
Salah satu tanda anak harus segera jalani pemeriksaan urine adalah mengalami demam secara tiba-tiba. Hal ini harus diiringi penyebab yang tidak jelas.
"Tidak semua anak perlu dilakukan pemeriksaan urine. Kapan indikasi pemeriksaan urine pada anak? Yang pertama, jika anak mengalami demam dengan penyebab yang tidak jelas,” kata dr. Reza.
Selain demam tanpa sebab, indikasi lainnya adalah perubahan dari karakteristik urine anak. Di antaranya, perubahan warna menjadi kemerahan, berbusa atau mengeluarkan bau menyengat.
"Yang kedua, jika ada perubahan karakteristik dari urine anak, misalnya warnanya menjadi kemerahan, menjadi berbusa, atau warnanya menjadi lebih pekat atau mungkin baunya lebih menyengat,” tambah dr. Reza.