
Menurut Visal, masyarakat terkadang melakukan satu hal atau merespons terbangun di malam hari atau di tengah jam tidur dengan perilaku atau aktivitas yang justru membuat tubuh tidak bisa kembali terlelap. Seperti menerima cahaya yang berlebih seperti lampu yang terlalu terang saat ke kamar mandi, melihat jam dan menghitung waktu tidur atau memaksakan diri untuk kembali tidur.
Berbagai aktivitas di atas justru malah menstimulasi otak untuk mendukung kortisol. suhu tubuh yang meningkat saat terbangun dan semakin membuat kita tidak bisa kembali tidur.
“Hal-hal tersebut memperkuat sinyal kewaspadaan dan membuat otak semakin aktif. Akibatnya, proses untuk kembali tidur justru menjadi lebih sulit, belum ditambah dorongan tidur sudah tidak sekuat sebelumnya,” ungkap Visal.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.