Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cara Menjadi Ayah ASI untuk Mendukung Keberhasilan Menyusui

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Senin, 03 Agustus 2026 |17:13 WIB
Cara Menjadi Ayah ASI untuk Mendukung Keberhasilan Menyusui
Cara Menjadi Ayah ASI untuk Mendukung Keberhasilan Menyusui (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Keberhasilan pemberian air susu ibu (ASI) bukan hanya bergantung pada ibu dan bayi. Peran ayah atau pasangan juga terbukti sangat penting dalam mendukung proses menyusui, mulai dari memberikan dukungan emosional hingga membantu memenuhi kebutuhan ibu selama masa menyusui.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ibu yang mendapat dukungan penuh dari pasangan lebih berpeluang memulai pemberian ASI dan mempertahankan menyusui eksklusif dalam jangka waktu yang lebih lama. Karena itu, konsep "Ayah ASI" terus didorong sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang mendukung ibu menyusui.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan ayah untuk membantu keberhasilan menyusui.

1. Memahami pentingnya ASI

Melansir laman Unicef, langkah pertama adalah membekali diri dengan pengetahuan mengenai manfaat ASI. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi lengkap yang mendukung pertumbuhan, perkembangan otak, serta sistem kekebalan tubuh.

Selain bermanfaat bagi bayi, menyusui juga membantu menurunkan risiko berbagai penyakit pada ibu, seperti kanker payudara dan kanker ovarium, serta dapat mengurangi risiko depresi pascapersalinan.

Dengan memahami manfaat tersebut, ayah akan lebih mudah memberikan dukungan yang tepat kepada pasangan.

2. Pelajari dasar-dasar menyusui

Tidak cukup hanya mengetahui manfaat ASI, ayah juga perlu memahami proses menyusui agar tidak memberikan saran yang justru menghambat produksi ASI.

Beberapa hal mendasar yang sebaiknya dipahami antara lain:

  • Bayi sebaiknya disusui sesuai tanda lapar (responsive feeding), bukan berdasarkan jadwal tertentu.
  • Bayi perlu mendapatkan ASI kapan pun mereka lapar, termasuk pada malam hari.
  • Mengetahui tanda-tanda bayi telah memperoleh ASI yang cukup.
  • Pengetahuan ini membantu ayah memberikan dukungan yang sesuai selama proses menyusui.

3. Berikan dukungan emosional

Menyusui tidak selalu berjalan mudah. Banyak ibu menghadapi rasa lelah, nyeri, hingga keraguan terhadap kemampuan mereka menyusui.

Karena itu, dukungan emosional dari pasangan menjadi salah satu faktor penting. Memberikan semangat, menghargai usaha ibu, serta mendengarkan keluh kesahnya dapat meningkatkan kepercayaan diri ibu untuk terus menyusui.

4. Lindungi keputusan ibu untuk menyusui

Tidak jarang ibu menerima berbagai komentar atau saran yang kurang tepat, baik dari keluarga, teman, maupun lingkungan sekitar. Bahkan, ada kalanya ibu mendapat tekanan untuk segera memberikan susu formula.

Dalam situasi seperti ini, ayah dapat menjadi pendukung utama dengan menghormati keputusan ibu untuk menyusui dan membantu menjelaskan pilihan tersebut kepada orang lain jika diperlukan.

5. Peka terhadap kebutuhan ibu

Ayah tidak perlu menunggu diminta untuk membantu. Dukungan sederhana justru sering kali sangat berarti, misalnya:

  • Menyiapkan air minum atau camilan saat ibu menyusui.
  • Menggendong bayi dan membawanya kepada ibu ketika sudah menunjukkan tanda lapar.
  • Membantu mengingatkan teknik pelekatan atau posisi menyusui yang benar sesuai arahan tenaga kesehatan.
  • Dukungan yang dilakukan secara proaktif terbukti membantu ibu mempertahankan proses menyusui lebih lama.

6. Ambil alih sebagian pekerjaan rumah

Merawat bayi sambil menyusui membutuhkan energi dan waktu yang besar. Karena itu, ayah dapat membantu mengurangi beban pasangan dengan mengambil alih pekerjaan rumah, seperti memasak, membersihkan rumah, berbelanja kebutuhan harian, atau mengurus anak yang lain.

Bila memungkinkan, mengambil cuti setelah kelahiran bayi juga dapat menjadi bentuk dukungan yang sangat berarti agar ibu dapat fokus pada pemulihan dan proses menyusui.

Dukungan Ayah Berpengaruh Besar

Keberhasilan menyusui merupakan hasil kerja sama seluruh keluarga. Kehadiran ayah yang aktif, memahami proses menyusui, serta memberikan dukungan emosional dan praktis dapat meningkatkan peluang ibu menyusui secara eksklusif sekaligus menciptakan ikatan yang lebih kuat antara orang tua dan bayi. Dengan menjadi Ayah ASI, seorang ayah tidak hanya mendukung kesehatan ibu dan anak, tetapi juga ikut berperan dalam membangun fondasi tumbuh kembang anak yang optimal.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement