Partikel LDL yang kecil dan jumlahnya banyak dianggap lebih berbahaya karena lebih mudah masuk ke dinding pembuluh darah dan memicu pembentukan plak. Penumpukan plak inilah yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Jadi, penurunan jumlah partikel LDL bisa menjadi tanda bahwa risiko penyakit jantung ikut menurun.
Meskipun hasil penelitian ini menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa alpukat bukan solusi tunggal untuk mencegah penyakit jantung. Manfaat terbesar akan diperoleh jika alpukat menjadi bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan, seperti pola makan yang kaya buah, sayur, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan lemak sehat. Alpukat mengandung lemak tak jenuh tunggal, serat, vitamin, mineral, dan berbagai senyawa tanaman yang baik untuk kesehatan jantung.
Selain berpotensi menurunkan risiko penyakit jantung, alpukat juga diketahui memiliki manfaat lain, yaitu:
Karena kandungan serat dan lemak sehatnya, alpukat juga dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Jadi, penelitian terbaru menunjukkan bahwa makan satu alpukat setiap hari dapat membantu menurunkan jumlah partikel LDL, yang berkaitan dengan risiko penyakit jantung pada orang dengan obesitas.
Namun, alpukat sebaiknya tidak dianggap sebagai obat atau makanan ajaib. Manfaatnya akan lebih optimal jika dikombinasikan dengan pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik rutin, tidur yang cukup, dan gaya hidup sehat secara keseluruhan.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.