JAKARTA – Menahan buang air kecil mungkin sering dilakukan karena alasan pekerjaan, perjalanan jauh, atau sulit menemukan toilet. Namun, kebiasaan tersebut ternyata tidak boleh dianggap remeh. Dokter mengingatkan bahwa terlalu sering menahan kencing dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran kemih hingga memengaruhi fungsi ginjal jika dilakukan terus-menerus.
Hal itu dijelaskan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam asal Banjarmasin, dr. Hamidah, dalam sebuah video bersama Dokter Spesialis Andrologi sekaligus influencer kesehatan, dr. Jefry Tribowo, yang diunggah melalui akun Instagram.
Dalam video tersebut, dr. Hamidah menerangkan bahwa proses buang air kecil melibatkan beberapa organ yang bekerja secara berurutan, mulai dari ginjal, saluran kemih, hingga kandung kemih sebagai tempat penampungan sementara urine sebelum dikeluarkan dari tubuh.
“Jadi, untuk mekanisme kencing itu, yang pertama harus ada ginjal yang normal, kemudian ada saluran ginjal yang menuju ke kandung kemih. Nanti dari kandung kemih baru dikeluarkan kencingnya secara normal,” kata dr. Hamidah, dikutip Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, kandung kemih memiliki kapasitas tertentu untuk menampung urine. Jika seseorang terbiasa menunda buang air kecil, urine akan terus menumpuk sehingga tekanan di dalam kandung kemih meningkat.
“Kalau misalnya kita suka menahan buang air kecil, kandung kemih kita kan punya kapasitas tertentu untuk menampung urine. Karena kebiasaan menahan, akhirnya urine tidak keluar-keluar sehingga terjadi peningkatan tekanan di kandung kemih,” ujarnya.
Apabila kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, tekanan dapat menjalar ke saluran kemih bagian atas hingga mencapai ginjal. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi mengganggu fungsi ginjal.
“Kalau tekanan di kandung kemih terus meningkat, lama-lama bisa naik ke saluran bagian atas hingga ke ginjal. Selain itu, kalau terlalu lama menampung urine, risikonya juga bisa memicu pertumbuhan bakteri di kandung kemih,” jelasnya.
Selain meningkatkan risiko gangguan pada ginjal, kebiasaan menahan kencing juga dapat mempermudah berkembangnya bakteri di kandung kemih. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK).
Karena itu, dr. Hamidah mengimbau masyarakat agar tidak menunda buang air kecil saat sudah muncul keinginan untuk berkemih. Bagi mereka yang sedang melakukan perjalanan jauh atau terjebak kemacetan, menyiapkan alternatif seperti wadah penampung darurat di kendaraan dapat menjadi solusi agar tidak terus-menerus menahan kencing.
“Ya, salah satunya mungkin alternatifnya boleh,” pungkas dr. Hamidah.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.