“Nomor satu tips saya adalah bawa dumbbell ke mana-mana. Ketika dumbbell selalu ada di tempat saya kerja, di rumah dekat TV, atau dekat tempat tidur, memungkinkan saya untuk terpapar dan merespons menggunakan dumbbell," ungkap Ade Rai.
Jika tidak memiliki dumbbell atau olahraga lainnya, kamu bisa melakukan berbagai gerakan workout sederhana seperti push-up, plank, sit-up, squat, dan lunges dapat dijadikan alternatif utama.
Daripada pusing menghitung total kalori secara rumit, Ade Rai menekankan pentingnya memenuhi kuota protein harian untuk menjaga massa otot murni. “Rumusnya lebih sederhana berat badan dikurangi kadar lemak kita (berat badan murni), lalu dikalikan dua. Nah, itu kebutuhan protein kita dalam satu hari," katanya.
Ade Rai menambahkan bahwa daya serap atau bioavailability protein hewani mencapai 25 sampah 30 persen dari berat bahan makanan (seperti daging ayam), sedangkan protein nabati berkisar antara 10–15 persen.
Gaya hidup pasif (sedentary living) adalah musuh utama kebugaran. Ade Rai memilih untuk tetap aktif beraktivitas fisik di tengah kesibukan mobilitas harian, salah satunya adalah berjalan kaki atau mungkin dibarengi dengan membawa beban.
“Saya stay active, no sedentary living. Akumulasi kita jalan satu jam itu akhirnya dapat 6.000 langkah. Kalau teman-teman mau lebih optimal lagi untuk turunin berat badan, bisa di 10.000 sampai 15.000 langkah setiap hari," tutur Ade Rai.
Bagi Ade Rai, masyarakat tidak perlu memusuhi karbohidrat. Kuncinya ada pada kepemilikan massa otot yang cukup sebagai wadah penampungan energi, sehingga karbohidrat yang dikonsumsi tidak menumpuk menjadi lemak jahat.