Secara genetik, kulit kering memang cenderung lebih tipis dengan pori-pori yang kecil. Permukaannya mungkin terasa lebih halus, tetapi garis halus akan terlihat lebih nyata.
Sebaliknya, kulit berminyak cenderung lebih tebal dengan pori-pori yang besar. Karakteristik ini seolah menjadi 'bantalan' ekstra untuk wajah.
Oleh karena itu, pemilik kulit berminyak biasanya memiliki lebih sedikit garis halus yang berkerut (misalnya di area dahi). Karena kulit di sekitar dahi lebih tebal dan dipenuhi kelenjar minyak, garis penuaan di sana menjadi kurang terlihat.
Namun, jangan senang dulu. Kulit berminyak justru rentan mengalami garis kerutan yang lebih dalam di separuh bagian bawah wajah, serta lebih rentan kendur dan kehilangan elastisitas seiring berjalannya waktu.
Lalu, bagaimana dengan kerutan di area sekitar mata (crow's feet)? Ternyata jenis kulit tidak banyak berpengaruh di sini. Sebuah penelitian pada 2015 menunjukkan bahwa keberadaan kelenjar minyak tidak ada kaitannya dengan kerutan di sudut luar mata. Garis-garis tersebut akan tetap muncul, terlepas dari apapun jenis kulitmu.
Pada akhirnya, tidak ada jenis kulit yang mutlak menua "lebih baik" dari yang lain. Kita semua menua dengan cara masing-masing.