Pemerintah juga akan mengkaji pembangunan fasilitas manufaktur produk obat derivat plasma di Indonesia. Jika terealisasi, fasilitas tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kesehatan global.
Sementara itu, pemerintah menyebut permintaan terhadap produk obat derivat plasma terus meningkat di berbagai negara. Namun, banyak negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, masih menghadapi keterbatasan pasokan.
Rendahnya angka diagnosis serta terbatasnya pemahaman mengenai penyakit yang memerlukan terapi berbahan plasma juga menjadi tantangan. Melalui pembangunan ekosistem nasional ini, pemerintah berharap pasokan plasma dan produk obat derivat plasma menjadi lebih andal sehingga kebutuhan pasien dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Sebagai informasi, bank plasma pertama di Indonesia ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.