Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indonesia Targetkan Bank Plasma Beroperasi pada 2027, Menkes: Bangun Industri di Sektor Kesehatan

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Senin, 13 Juli 2026 |13:31 WIB
Indonesia Targetkan Bank Plasma Beroperasi pada 2027, Menkes: Bangun Industri di Sektor Kesehatan
Indonesia Targetkan Bank Plasma Beroperasi pada 2027, Menkes: Bangun Industri di Sektor Kesehatan (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Pemerintah menargetkan bank plasma pertama di Indonesia mulai beroperasi pada 2027 sebagai bagian dari upaya membangun industri kesehatan nasional. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketersediaan produk obat derivat plasma (PODP), mengurangi ketergantungan impor, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap terapi berbahan plasma darah.

Pemerintah mulai membangun ekosistem nasional untuk mendukung ketersediaan produk obat derivat plasma (PODP) di dalam negeri. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat ketahanan kesehatan.

Selain itu, pengembangan ekosistem ini juga bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap obat berbahan plasma darah yang digunakan untuk menangani berbagai kondisi medis. Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta perusahaan biofarmasi Takeda.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pembangunan ekosistem plasma merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap pengobatan penting.

"Inisiatif ini mencerminkan komitmen Pemerintah Indonesia untuk membangun industri strategis di sektor kesehatan dan memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap pengobatan penting dan inovatif," ujar Budi Gunadi, dikutip dari siaran pers Takeda, Senin (13/7/2026).

Tahap Pembangunan Bank Plasma

Pada tahap awal, pengembangan akan difokuskan pada sistem pengumpulan plasma sebagai fondasi pembangunan ekosistem industri plasma nasional. Tahap ini akan berlangsung selama dua tahun dengan pembangunan sejumlah bank plasma di Indonesia.

Selanjutnya, hasil pengembangan tersebut akan dievaluasi sebelum diperluas menjadi jaringan bank plasma nasional. Selain memperkuat pasokan bahan baku obat, pembangunan ekosistem ini juga diharapkan membuka peluang kerja baru bagi tenaga kesehatan dan teknisi laboratorium.

Pemerintah juga akan mengkaji pembangunan fasilitas manufaktur produk obat derivat plasma di Indonesia. Jika terealisasi, fasilitas tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kesehatan global.

Sementara itu, pemerintah menyebut permintaan terhadap produk obat derivat plasma terus meningkat di berbagai negara. Namun, banyak negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, masih menghadapi keterbatasan pasokan.

Rendahnya angka diagnosis serta terbatasnya pemahaman mengenai penyakit yang memerlukan terapi berbahan plasma juga menjadi tantangan. Melalui pembangunan ekosistem nasional ini, pemerintah berharap pasokan plasma dan produk obat derivat plasma menjadi lebih andal sehingga kebutuhan pasien dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Sebagai informasi, bank plasma pertama di Indonesia ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement