Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

French Paradox, Rahasia Orang Prancis Jaga Jantung Tetap Sehat

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Senin, 06 Juli 2026 |19:07 WIB
French Paradox, Rahasia Orang Prancis Jaga Jantung Tetap Sehat
Ilustrasi jantung sehat. (Foto: dok Freepik)
A
A
A

Selain itu, budaya makan di Prancis juga berbeda. Waktu makan dimanfaatkan untuk duduk santai dan berbincang, bukan dilakukan terburu-buru atau sambil melakukan aktivitas lain. Pasalnya, otak memerlukan waktu sekitar 20 menit untuk mengirimkan sinyal kenyang.

“Kebiasaan kedua, makan itu acara bukan sambilan. Makan siang orang Prancis bisa satu jam, duduk, ngobrol, gak buru-buru. Otak butuh sekitar 20 menit buat ngirim sinyal kenyang. Makan cepet artinya udah kebanyakan duluan sebelum sinyalnya nyampe,” tulisnya.

Selain itu, masyarakat Prancis juga tidak memiliki kebiasaan ngemil di antara waktu makan. Setelah selesai makan, masyarakat Prancis jarang mengonsumsi camilan sehingga tubuh memiliki jeda untuk mengatur kadar insulin.

“Kebiasaan ketiga, gak ada budaya ngemil. Abis makan ya selesai, gak ada keripik jam 3 atau boba jam 5. Efeknya insulin dapet jeda istirahat berjam-jam, sementara insulin yang naik turun nonstop seharian itu jalan tol ke resistensi insulin,” jelasnya.

Tak hanya soal pola makan, aktivitas fisik sehari-hari juga disebut menjadi salah satu faktor penting. Orang Prancis lebih banyak berjalan kaki untuk beraktivitas dibanding menjadikan olahraga sebagai satu-satunya cara membakar kalori.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement