Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa (WHO) juga menyatakan tidak ada tingkat konsumsi alkohol yang benar-benar aman bagi kesehatan.
"Dari sisi kesehatan, WHO juga menyebut tidak ada level konsumsi alkohol yang benar-benar aman untuk kesehatan. Sementara dari sisi lingkungan, kajian life cycle assessment menunjukkan bahwa minuman tidak bisa dinilai hanya dari produknya, tetapi dari seluruh prosesnya, bahan baku, energi, kemasan, transportasi, dan pola konsumsi," jelasnya.
Karena itu, Bang Sap menilai perubahan menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari, termasuk dalam memilih jenis minuman yang dikonsumsi.
"Perubahan lingkungan yang besar sering kali bukan lahir dari kebijakan, melainkan dari kebiasaan kecil yang bergeser, seperti gaya hidup Gen Z ini," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.