Sementara itu, penelitian mengenai cuka apel masih menunjukkan hasil yang beragam.
Sebuah tinjauan terhadap 10 uji klinis yang melibatkan 789 peserta menemukan bahwa konsumsi cuka apel dikaitkan dengan penurunan berat badan yang sedikit lebih baik dibanding kelompok yang tidak mengonsumsinya. Namun, metode penelitian dan dosis yang digunakan berbeda-beda sehingga hasilnya belum dapat dijadikan acuan pasti.
Analisis lain yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients pada 2025 juga menunjukkan bahwa konsumsi cuka apel setiap hari selama 4 hingga 12 minggu berkaitan dengan penurunan lingkar pinggang dan berat badan secara moderat, terutama pada orang dengan obesitas, kelebihan berat badan, atau diabetes tipe 2.
Meski demikian, banyak peserta penelitian juga menjalani pola makan sehat dan olahraga secara bersamaan. Karena itu, sulit memastikan apakah hasil tersebut murni berasal dari konsumsi cuka apel.
Beberapa ahli menduga manfaat cuka apel berkaitan dengan kemampuannya memperlambat proses pengosongan lambung. Kondisi ini membuat seseorang merasa kenyang lebih lama sehingga asupan makanan dapat berkurang.