PELARI kerap mengonsumsi minuman energi sebelum berolahraga. Hal ini dilakukan guna mendapatkan tambahan stamina dan performa yang lebih baik.
Namun, benarkah minuman energi aman dikonsumsi oleh semua orang sebelum lari? Apakah hal ini mitos semata?

Dokter dari RS Harapan Bunda, Andi Sitti Tandina, dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone menegaskan bahwa anggapan tersebut adalah mitos. Menurutnya, kandungan kafein dalam minuman energi dapat memberikan efek stimulasi pada tubuh.
Meski bagi sebagian orang dapat membantu meningkatkan fokus dan energi saat berolahraga, efek tersebut tidak selalu aman bagi setiap individu. Dr. Andi Sitti pun mengatakan bahwa minuman energi sebaiknya dihindari oleh orang yang memiliki riwayat aritmia atau gangguan irama jantung.
Aritmia sendiri adalah kondisi ketika detak jantung menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Pada penderita kondisi ini, konsumsi kafein dalam jumlah tertentu berpotensi memicu keluhan atau memperburuk gangguan irama jantung yang sudah ada.
“Mitos (minum minuman energi sebelum lari aman untuk semua orang),” ujar dr. Andi Sitti.
“Jadi minuman energi kan biasanya isinya tuh electrolyte, gula, glukosa, sama ada kafein. Nah kafein itu kan bisa memacu jantung itu denyutnya lebih cepat gitu. Nah takutnya pada pasien dengan aritmia, rewayat aritmia itu yang rewayat irama jantung ada masalah gitu. Nah itu kan gak boleh,” lanjutnya.