Dr. Wen menjelaskan bahwa stres kronis dapat memicu berbagai perubahan biologis yang berdampak pada sistem kardiovaskular. Saat seseorang terus-menerus mengalami tekanan, tubuh akan menghasilkan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin dalam jumlah tinggi.
Peningkatan hormon tersebut dapat memengaruhi tekanan darah, denyut jantung, peradangan, hingga metabolisme tubuh. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan jantung, sehingga mempercepat proses penuaan organ tersebut.
Penuaan jantung yang dimaksud mencakup berbagai perubahan, seperti pengerasan pembuluh darah, penurunan fungsi otot jantung, dan berkurangnya kemampuan sistem kardiovaskular dalam merespons aktivitas fisik.
Berbeda dengan stres jangka pendek, tekanan finansial sering kali berlangsung lama dan sulit dihindari. Kekhawatiran mengenai tagihan, biaya hidup, utang, kebutuhan keluarga, hingga akses terhadap layanan kesehatan dapat menjadi sumber stres yang terus menerus.
Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi kebiasaan hidup seseorang. Orang yang mengalami kesulitan ekonomi cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih buruk, akses terbatas terhadap makanan sehat, lebih jarang berolahraga, dan kesulitan memperoleh layanan kesehatan yang memadai.