Ia mengaku sempat merasa khawatir ketika melepas Tia dan Ali berangkat ke Amerika Serikat. Selain harus beradaptasi di lingkungan baru, keduanya juga menjalani peran sebagai orang tua baru sembari menghadapi tuntutan akademik yang tinggi.
"Setahun lalu, kami melepas Tia dan Ali berangkat dengan bayi yang baru berusia satu bulan. Tentu, ada rasa khawatir yang manusiawi. Menjadi orang tua baru di negeri asing saja sudah merupakan tantangan besar, apalagi ketika dijalani beriringan dengan studi magister di universitas dengan tuntutan akademik yang sangat tinggi seperti kampus ini," lanjutnya.
Bagi Anies, gelar yang diraih putrinya bukan sekadar pencapaian akademik. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kesabaran, kerja sama, dan keteguhan yang dijalani Tia dan keluarganya selama menempuh pendidikan di Cambridge, Massachusetts.
"Alhamdulillah, masa penuh perjuangan itu tuntas mereka lalui. Ijazah Master of Education dari Harvard Graduate School of Education yang diterima hari ini adalah simbol pencapaian akademik, yang di baliknya ada harga kesabaran, kerja sama, dan keteguhan yang mereka bertiga harus bayar sebagai keluarga muda," ungkapnya.
Anies juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan doa dan dukungan selama Tia dan Ali menjalani kehidupan di Amerika Serikat.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.