Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Riset: Pelukan Pasangan Bisa Meredakan Stres

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Minggu, 31 Mei 2026 |10:08 WIB
Riset: Pelukan Pasangan Bisa Meredakan Stres
Riset: Pelukan Pasangan Bisa Meredakan Stres (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Pelukan sering dianggap sebagai bentuk dukungan sederhana yang dapat membuat seseorang merasa lebih tenang saat menghadapi tekanan. Kini, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kontak fisik seperti pelukan memang berpotensi membantu menurunkan respons stres dalam tubuh.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health meneliti hubungan antara kebiasaan berpelukan dan kadar hormon stres pada manusia. Penelitian tersebut dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh peneliti Chelsea E. Romney dari Departemen Psikologi Universitas Brigham Young, Amerika Serikat.

Meneliti Kebiasaan Berpelukan

Dalam penelitian tersebut, sebanyak 112 mahasiswa dilibatkan sebagai responden. Para peserta diminta melaporkan aktivitas berpelukan mereka melalui pesan teks yang dikirim beberapa kali dalam sehari selama periode penelitian.

Metode yang digunakan dikenal sebagai Ecological Momentary Assessment (EMA), yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan secara langsung saat aktivitas berlangsung. Melalui metode ini, peneliti dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kebiasaan sehari-hari para peserta.

Selain itu, peserta juga diminta memberikan sampel air liur setelah bangun tidur dan 30 menit kemudian. Sampel tersebut digunakan untuk mengukur kadar kortisol, hormon yang berkaitan dengan respons stres.

Hubungan Pelukan dan Hormon Stres

Kortisol memiliki pola alami yang meningkat pada pagi hari setelah seseorang bangun tidur. Peningkatan ini dikenal sebagai Cortisol Awakening Response (CAR), yang dipercaya membantu tubuh mempersiapkan diri menghadapi aktivitas dan tantangan sepanjang hari.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang lebih sering berpelukan cenderung memiliki CAR yang lebih rendah keesokan harinya dibandingkan mereka yang jarang berpelukan. Temuan tersebut tetap terlihat meskipun peneliti memperhitungkan faktor lain seperti jenis kelamin dan frekuensi rata-rata pelukan yang diterima peserta.

Pelukan sebagai Sinyal Rasa Aman

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement