Para peneliti menduga bahwa pelukan dapat berfungsi sebagai sinyal biologis yang memberikan rasa aman. Ketika seseorang merasa didukung dan memiliki kedekatan emosional dengan orang lain, tubuh mungkin tidak perlu mengaktifkan respons stres secara berlebihan.
Dengan kata lain, kontak fisik yang hangat seperti pelukan dapat membantu mengurangi antisipasi terhadap stres pada hari berikutnya, sehingga kadar hormon stres saat pagi hari menjadi lebih rendah.
Meski demikian, penelitian ini menunjukkan hubungan atau asosiasi, bukan bukti bahwa pelukan secara langsung menjadi satu-satunya penyebab penurunan stres. Faktor lain seperti kualitas hubungan, dukungan sosial, dan kondisi psikologis seseorang juga dapat memengaruhi hasil tersebut.
Namun, temuan ini menambah bukti bahwa interaksi sosial yang positif, termasuk pelukan dari pasangan atau orang terdekat, dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental dan kesejahteraan emosional.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.