Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kebanyakan Makan Daging saat Idul Adha? Dokter Sarankan Perbanyak Makanan Ini

Djanti Virantika , Jurnalis-Kamis, 28 Mei 2026 |22:05 WIB
Kebanyakan Makan Daging saat Idul Adha? Dokter Sarankan Perbanyak Makanan Ini
Konsumsi daging meningkat saat Idul Adha. (Foto: Freepik)
A
A
A

KONSUMSI daging yang meningkat saat Idul Adha sering membuat sebagian orang khawatir terhadap risiko kolesterol, tekanan darah tinggi, hingga asam urat. Apalagi, jika daging dikonsumsi dalam jumlah besar tanpa diimbangi pola makan yang sehat.

Namun, ada cara sederhana yang bisa membantu tubuh tetap lebih seimbang setelah makan daging. Apakah makanan itu?

1. Kebanyakan Makan Daging saat Idul Adha?

Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Premier Jatinegara, dr. Dwi Rendra Hadi, Sp.PD, dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone, menjelaskan bahwa konsumsi daging sangat dianjurkan didampingi dengan makanan tinggi serat. Di antaranya, ada sayur dan buah.

Serat dinilai memiliki peran penting dalam membantu proses pencernaan. Dengan begitu, penyerapan lemak dan kolesterol dalam tubuh tidak terjadi secara berlebihan.

“Sangat dianjurkan makan daging itu didampingi dengan serat sebenarnya. Sayur-sayuran, buah. Sayur ya terutama karena serat itu nanti akan membuat pencernaan itu melambat jadi tidak semua kolesterolnya akan terserap,” ujar dr. Rendra dalam acara Morning Zone.

 

2. Sayur dan Buah Bantu Perlambat Penyerapan Lemak

Seberapa Banyak Sebenarnya Porsi Aman Makan Daging Setiap Hari?

Selain membantu memperlambat penyerapan lemak, serat juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga membantu mengontrol porsi makan. Karena itu, dalam satu kali makan, masyarakat disarankan untuk memperbanyak porsi sayuran dibandingkan daging.

“Kalau bisa dalam satu piring, setengah piringnya itu serat,” jelas dr. Rendra.

Tidak hanya sayur, buah-buahan juga dapat menjadi pilihan pendamping setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak. Pola makan seimbang dinilai lebih penting dibanding sekadar menghindari daging sepenuhnya saat Idul Adha.

Meski demikian, dr. Rendra tetap mengingatkan agar konsumsi daging tidak dilakukan secara berlebihan dan terus-menerus. Sebab, risiko kesehatan seperti kolesterol tinggi, hipertensi, dan asam urat umumnya muncul akibat pola makan yang tidak terkontrol dalam jangka panjang.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement