Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mitos atau Fakta: Olahraga Malam Bisa Ganggu Otak?

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Kamis, 21 Mei 2026 |00:05 WIB
Mitos atau Fakta: Olahraga Malam Bisa Ganggu Otak?
Olahraga malam dinilai bisa ganggu otak. (Foto: Freepik)
A
A
A

2. Kekhawatiran pada Otak

Olahraga malam. (Foto: Shutterstock)

Artinya, walaupun kortisol meningkat setelah berolahraga di malam hari, namun tubuh tetap mendapat manfaat secara keseluruhan. Dalam unggahan tersebut, dr. Adam juga menanggapi kekhawatiran bahwa kortisol bisa berdampak pada otak.

Ia menjelaskan, kondisi seperti penyusutan area otak akibat kortisol biasanya terjadi pada stres kronis atau penyakit tertentu. Jadi, bukan karena olahraga di malam hari.

“Kortisol memang bisa ‘mengecilkan’ area di otak, namun itu terjadi pada kondisi stres kronis atau penyakit seperti Cushing’s syndrome, bukan olahraga malam,” tulisnya lagi.

Begitu pula senaliknya, olahraga justru disebut mampu melindungi kesehatan otak termasuk jika dilakukan pada malam hari. Dokter Adam menjelaskan, aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan kemampuan otak untuk berkembang. Selain itu, aktivitas fisik juga dapat menurunkan peradangan di area otak.

“Olahraga itu secara umum, termasuk malam hari, justru melindungi otak,” katanya.

Seperti diketahui, era saat ini banyak orang yang memilih untuk berolahraga di malam hari karena baru bisa meluangkan waktu usai bekerja atau beraktivitas. Dokter Adam pun mengingatkan lebih penting berolahraga secara konsisten daripada memikirkan soal kapan waktu untuk berolahraga.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement