2. Hanya Menunda Stres, Bukan Menyelesaikan
Saat menonton konten pornografi, seseorang mungkin merasa stresnya berkurang untuk sementara waktu. Namun, menurut Kemenkes, hal itu sebenarnya hanya menunda rasa stres, bukan menyelesaikan akar masalahnya.
Akibatnya, seseorang bisa merasa bersalah, kehilangan kontrol diri, hingga terus-menerus bergantung pada pornografi sebagai pelarian dari tekanan emosional.
Tak jarang muncul perasaan dilema karena di satu sisi ingin berhenti, tetapi di sisi lain otak sudah terbiasa dengan stimulasi instan tersebut sehingga muncul dorongan untuk mengulanginya lagi.
3. Berdampak pada Relasi Sosial