
Menurut Rudi, dr. Myta saat itu sudah dalam kondisi confuse dan kemungkinan terjadi hipoksia. Hal ini menyebabkan almarhumah tidak menyadari bahwa atribut atau seragam jaga yang dikenakan tidak lengkap.
“Jadi kondisi sudah agak confuse linglung mungkin ada hipoksia di situ. Jadi sehingga yang bersangkutan apa tidak menyadari bahwa atribut atau seragam ketika mau berangkat jaga itu tidak lengkap,” ungkap Rudi.
Usai ditemukan dalam kondisi linglung, dr. Myta langsung dilarikan ke UGD oleh rekannya termasuk dokter F dan dijemput oleh salah satu perawat UGD untuk mendapatkan pertolongan pertama. Ia dirawat sampai 20 April 2026 hingga akhirnya diperbolehkan pulang oleh dokter penanggung jawab pasien.
“20 April tepatnya di jam 12.44 yang bersangkutan diperbolehkan pulang sejak pagi oleh dokter penanggung jawab pasien namanya dokter T. Namun, dokter MAA yang bersangkutan meminta untuk diobservasi dulu hingga siang hari, jadi baru bisa pulang pukul 12.44,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.