“Pengabdian tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan keselamatan,” cetus dr. Gia.
Ia berharap kasus yang menimpa dr. Myta bukan hanya ramai sesaat kemudian hilang teralihkan isu lainnya. Menurutnya, kasus tersebut harus bisa menjadi evaluasi dan penggerak perubahan sistem bagi dokter internship ke depannya.
“Semoga kepergian dr. Myta menjadi duka yang menggerakkan. Bukan kabar yang ramai sehari, lalu hilang ditelan lini masa. Selamat jalan, dr. Myta Aprilia Azmi. Al-Fatihah,” kata dia.
Dalam takarir (caption) unggahannya, ia menuliskan bahwa memang banyak hal yang perlu diperbaiki agar kejadian serupa yang menimpa dr. Myta tidak terulang kembali.
“Banyak yang perlu diperbaiki agar tidak terulang,” pungkas dr. Gia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.