Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Heboh Dokter Internship Meninggal, dr. Gia: Jam Kerja yang Manusiawi Itu Hak Dasar!

Niko Prayoga , Jurnalis-Minggu, 03 Mei 2026 |16:12 WIB
Heboh Dokter Internship Meninggal, dr. Gia: Jam Kerja yang Manusiawi Itu Hak Dasar!
Heboh Dokter Internship Meninggal, dr. Gia: Jam Kerja yang Manusiawi Itu Hak Dasar! (Foto: Instagram)
A
A
A

JAKARTA - Kepergian dr. Myta Aprilia Azmy, seorang dokter internship di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi, menyisakan duka mendalam bagi dunia kesehatan serta para pakar.

Salah satunya seperti yang diungkapkan oleh dokter umum sekaligus influencer di dunia kesehatan, dr. Gia Pratama. Dalam unggahan terbaru di akun Instagramnya, ia turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya dr. Myta dan mendoakan almarhumah ditempatkan di sisi terbaik Tuhan.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya sejawat kita, dr. Myta Aprilia Azmi. Semoga Allah menerima amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ungkap dr. Gia, dikutip Minggu (3/5/2026).

Lebih lanjut, ia menyampaikan beberapa pesan mendalam bagi para dokter internship yang masih bertugas hingga saat ini. Ia berpesan agar tetap menjaga kesehatan meski status mereka adalah mengabdi sebagai dokter muda.

“Untuk teman-teman dokter internship, lelahmu valid. Sakitmu harus didengar. Keselamatanmu harus dijaga,” kata dia.

Jam Kerja Harus Manusiawi

dr. Gia juga mengingatkan bahwa dokter internship bukanlah mesin jaga atau tenaga kerja yang bisa dibayar murah. Para dokter internship merupakan dokter muda yang sedang mengabdi serta punya batasan kapasitas.

“Teman-teman bukan tenaga kerja murah dan bukan mesin jaga. Dokter muda yang sedang belajar mengabdi, tapi sekaligus manusia yang punya batas,” tutur dr. Gia.

Menurutnya, para dokter internship tetap berhak mendapat jam kerja yang layak dan manusiawi, lingkungan yang aman dan nyaman, serta hak medis saat kondisi sakit.

“Jam kerja yang manusiawi, supervisi yang layak, lingkungan kerja yang aman, dan penanganan medis saat sakit, semua itu hak dasar,” beber dia.

Meski tengah mengabdi, kondisi kesehatan tetap harus diutamakan, apalagi sampai mengabaikannya hingga semakin memburuk.

“Pengabdian tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan keselamatan,” cetus dr. Gia.

Ia berharap kasus yang menimpa dr. Myta bukan hanya ramai sesaat kemudian hilang teralihkan isu lainnya. Menurutnya, kasus tersebut harus bisa menjadi evaluasi dan penggerak perubahan sistem bagi dokter internship ke depannya.

“Semoga kepergian dr. Myta menjadi duka yang menggerakkan. Bukan kabar yang ramai sehari, lalu hilang ditelan lini masa. Selamat jalan, dr. Myta Aprilia Azmi. Al-Fatihah,” kata dia.

Dalam takarir (caption) unggahannya, ia menuliskan bahwa memang banyak hal yang perlu diperbaiki agar kejadian serupa yang menimpa dr. Myta tidak terulang kembali.

“Banyak yang perlu diperbaiki agar tidak terulang,” pungkas dr. Gia.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement